CIREBONINSIDER.COM – Lonjakan harga bahan pokok dan rantai pasok yang rentan kerap menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi wilayah perkotaan. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon menerapkan langkah taktis: mengintegrasikan stabilitas harga pasar dengan percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah.
Komitmen ini ditegaskan jajaran pimpinan daerah saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) serta Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Strategi ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik dan ekonomi Kota Cirebon sebagai pusat perdagangan, jasa, serta simpul logistik utama di wilayah Pantura Jawa Barat.
Baca Juga:Pemkot Cirebon-UIN Siber Syekh Nurjati Jadikan Bahasa Arab Senjata Digital dan Diplomasi GlobalGandeng Pemkot Cirebon, 163 Purnawirawan Polri di Cirebon Siap Turun Gunung Beri Bantuan Hukum Gratis
Intervensi Pasar Tepat Sasaran dan Pangkas Rantai Pasok
Sebagai pusat aktivitas bisnis, dinamika harga pangan di Kota Cirebon berdampak langsung pada daya beli masyarakat luas. Fluktuasi pada komoditas utama seperti beras, cabai, dan daging ayam kerap menjadi pemicu utama laju inflasi daerah jika tidak diintervensi secara presisi.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penanganan stabilitas harga pasar tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional atau sekadar pemantauan pasif.
”Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka tetap stabil di atas kertas, tetapi memastikan pasokan fisik tersedia di pasar dan harganya terjangkau oleh dapur rumah tangga,” ujar Effendi Edo di sela-sela Rakornas.
Untuk meredam gejolak harga secara taktis, Pemkot Cirebon mengandalkan pemantauan data secara real-time setiap hari di pasar-pasar tradisional utama seperti Pasar Kanoman dan Pasar Pagi. Ketika komoditas tertentu menunjukkan indikasi kenaikan tak wajar, intervensi pasar murah mendadak langsung digelar di titik-titik krusial.
Tak hanya itu, rantai pasok yang berbelit dipangkas secara langsung lewat penguatan Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan wilayah-wilayah produsen pangan.
Digitalisasi TP2DD: Pondasi Efisiensi dan Transparansi Ekonomi
Langkah taktis pengendalian harga pasar tersebut kini diintegrasikan secara langsung dengan penguatan ekosistem digital daerah. Kehadiran Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, selaku Ketua Harian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), menegaskan fokus daerah pada modernisasi sistem keuangan pasar.
