Jurus Ganda Cirebon Amankan Harga Pangan dan Digitalisasi Pasar

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo (tengah, mengenakan batik dan name tag) dan Sekda Iing Daiman (kanan, berkacamata) berjalan bersama dalam acara FEKDI di JICC Jakarta. Foto Doc Pemkot Cirebon 

​Kehadiran Sekda Iing Daiman sebagai Ketua Harian TP2DD Kota Cirebon mempertegas komitmen percepatan tersebut.

​Penerapan sistem pembayaran nontunai (cashless) di pasar-pasar tradisional hingga retribusi daerah tidak hanya memberi kemudahan bagi warga. Sistem digital ini secara efektif menutup potensi kebocoran pendapatan, mempercepat perputaran uang, dan menyajikan data transaksi yang akurat bagi pengambil kebijakan.

​Kolaborasi Lintas Sektor

​Effendi Edo menegaskan bahwa stabilitas harga dan digitalisasi keuangan adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama. Keduanya harus berjalan selaras untuk menopang pertumbuhan ekonomi kota.

Baca Juga:Langkah Taktis Pemkot Cirebon Stabilkan Harga Pasar lewat Digitalisasi TP2DDBongkar Skema Baru Subsidi Pupuk 2026, Pemerintah Kunci Harga Pasar, Tutup Celah Permainan Logistik

​”Pengendalian inflasi dan digitalisasi tak bisa berdiri sendiri. Harus ada kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

​Hasil kesepakatan dari Rakornas dan FEKDI ini akan segera diterjemahkan menjadi tindakan teknis di Kota Cirebon.

​”Ukurannya sederhana: harga bahan pokok terkendali, pasokan aman, transaksi makin mudah, dan roda usaha warga terus bergerak,” kata Effendi Edo.(*)

0 Komentar