​CIREBONINSIDER.COM — Di tengah tingginya aktivitas masyarakat merayakan Hari Raya Iduladha, stabilitas harga bahan pokok (bapok) tetap menjadi fokus utama.
Mengantisipasi lonjakan harga yang kerap menguras kantong warga di momentum sakral ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak taktis mengoptimalkan Kios Pengendali Inflasi (KOSPI) yang baru saja diluncurkan di halaman parkir Pasar Pasalaran.
​Langkah ini menjadi strategi intervensi pasar langsung hasil kolaborasi apik Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Perum Bulog Cabang Cirebon, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon.
Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSelat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026
Kehadiran KOSPI diposisikan sebagai buffer stock (penyangga pasokan) sekaligus jangkar harga untuk meredam aksi spekulasi para pedagang selama masa libur hari raya.
Putus Rantai Spekulasi Harga di Pasar Tradisional
​Selama ini, Operasi Pasar Pengendalian Inflasi (OPSI) yang digelar sejak 4 Mei lalu di tujuh pasar daerah dinilai efektif, namun sifatnya masih momentum.
KOSPI hadir mengubah peta permainan tersebut dengan menyediakan komoditas penting secara konstan setiap hari, langsung di dalam ekosistem pasar tradisional, termasuk saat tensi belanja hari raya meningkat.
​Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Rodiyah, menegaskan bahwa KOSPI berfungsi sebagai instrumen kontrol psikologis pasar.
Ketika harga di tingkat pedagang mulai merangkak naik secara tidak rasional memanfaatkan momentum lebaran, KOSPI hadir menawarkan alternatif yang jauh lebih murah bagi konsumen.
​”Dengan adanya KOSPI ini, kita bisa menyediakan barang kepokmas setiap hari. Kita bertindak sebagai buffer stock per pasar, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok tetap tersedia dengan harga terkendali,” ujar Rodiyah.
​Keberadaan kios permanen ini otomatis menjadi acuan harga (price reference) yang sah bagi masyarakat. Ketika ada pedagang yang mencoba menaikkan harga secara sepihak, KOSPI menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir mengendalikan stok, harga, serta kualitas barang di lapangan.
Baca Juga:Indramayu Siaga Satu Pangan: Strategi Tekan Inflasi Jelang Ramadan 1447 H, Stok Beras Dipastikan Melimpah!Wawali Cirebon Sebut Ancaman Inflasi Bukan Cuma Pangan, Minta Harga Kebutuhan Dasar Lain Ikut Dikendalikan
​Melihat tingginya antusiasme publik, pemerintah daerah bergerak cepat dan tidak berniat berhenti di Pasar Pasalaran saja.
Skema intervensi ini akan segera direplikasi secara masif ke sejumlah titik krusial lainnya di wilayah Kabupaten Cirebon, mulai dari Pasar Palimanan, Pasar Babakan, Pasar Cipeujeuh, hingga Pasar Jamblang.
