CIREBONINSIDER.COM – Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon kini tak lagi sama. Wilayah yang sekian lama bergelut dengan keterbatasan infrastruktur ini mendadak jadi pusat pergerakan masif.
Sinergi militer dan pemerintah daerah resmi turun tangan untuk merombak total wajah desa yang berada di ujung barat Cirebon tersebut. Rabu, 15 Juli 2026, Bupati Cirebon Imron membuka secara resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.
Selama 30 hari penuh, Luwung Kencana akan “dikepung” oleh proyek pembangunan terpadu, baik fisik maupun nonfisik. Ini bukan sekadar laporan seremonial biasa, melainkan sebuah fajar baru bagi kemandirian warga desa.
Baca Juga:Pangkas Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, Mentan Amran Buktikan Ketahanan Pangan RI Bukan Sekadar AngkaUji Nyali Ketahanan Pangan 2026: Di Balik Klaim 'Aman' 324 Hari dan Bayang-bayang El Nino
Memotong Rantai Isolasi dengan Jalan Rabat Beton
Akses adalah kunci ekonomi. Selama ini, mobilitas warga Luwung Kencana kerap terhambat akibat jalur transportasi yang kurang memadai. Melalui TMMD ke-129, hambatan tersebut langsung dipangkas secara taktis.
TNI menargetkan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 660 meter dengan lebar 3 meter. Langkah nyata ini diproyeksikan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian setempat sekaligus memotong waktu tempuh warga menuju pusat perekonomian daerah.
Bedah Rutilahu hingga Garansi Air Bersih
Pembangunan tidak berhenti pada akses jalan semata. Program ini menyentuh langsung jantung kebutuhan paling mendasar masyarakat: hunian yang layak dan sanitasi yang sehat.
Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Nizar Bachtiar, menegaskan bahwa seluruh sasaran fisik dirancang untuk mengejar ketertinggalan wilayah.
– Tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dirombak total agar menjadi hunian aman bagi warga prasejahtera.
– Lima unit MCK baru dibangun sebagai langkah strategis mengikis kebiasaan sanitasi buruk di lingkungan pedesaan.
– Revitalisasi sarana air bersih dioptimalkan guna memberikan garansi pasokan air sehat yang berkelanjutan.
Baca Juga:Bukan Sekadar Gratis, Kabupaten Cirebon Rancang 'Sekolah Rakyat Permanen' untuk Cegah Kemiskinan Turun-TemurunPotret Rutilahu Sukra: Respons Taktis Bupati Indramayu dan BAZNAS Potong Birokrasi Kemiskinan
”Kami bergerak bersama masyarakat. Target fisik dan nonfisik ini adalah komitmen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Cirebon,” tegas Letkol Inf Nizar Bachtiar.
Siasat Ketahanan Pangan: Lebih dari Sekadar Semen dan Beton
Ada gebrakan menarik yang membuat TMMD ke-129 kali ini terasa lebih bernyawa. TNI tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur keras, melainkan juga menaruh perhatian besar pada aspek ketahanan pangan lokal.
