CIREBONINSIDER.COM — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sempat membakar pasar energi dunia mulai mendingin. Imbas dibukanya kembali jalur logistik krusial global, Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) periode Juni 2026 langsung meluncur turun secara signifikan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan rata-rata ICP Juni 2026 sebesar US$83,45 per barel. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026.
Angka baru ini menunjukkan kemerosotan tajam hingga US$22,50 per barel jika dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sempat bertengger di level tinggi US$106,56 per barel.
Baca Juga:Siaga Selat Hormuz! Manuver Catur Prabowo Jadikan Urea Indonesia Rebutan GlobalKapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Presiden Prabowo Didesak Lobi Langsung Iran
Efek Domino Gencatan Senjata dan Selat Hormuz
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa meredanya tensi politik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi katalis utama yang menekan harga minyak sepanjang Juni.
Selain redamnya konflik bersenjata, sentimen positif pasar dipicu oleh kesepakatan gencatan senjata yang diikuti pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap.
Sebagai urat nadi distribusi minyak dunia, pulihnya jalur logistik di Selat Hormuz langsung memperlancar pasokan minyak mentah ke pasar internasional. Keseimbangan baru tercipta, memaksa harga minyak dunia bergerak menjinak.
Faktor fundamental juga ikut menekan. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak dunia kini tertahan di angka 1,1 juta barel per hari (bph). Di sisi lain, aliansi OPEC+—termasuk Rusia—justru berencana menggenjot pasokan untuk mengejar target produksi 2026.
Kombinasi lesunya permintaan global dan melimpahnya pasokan inilah yang membuat harga minyak mentah rontok berjamaah.
Rapor Penurunan Harga Minyak Mentah Dunia
Kejatuhan harga ICP Indonesia ini bergerak selaras dengan tren pasar internasional. Seluruh jenis minyak mentah utama dunia tercatat mengalami penurunan drastis sepanjang Juni 2026:
– ICP Indonesia merosot paling dalam, turun US23,11 menjadi US83,45 per barel.
Baca Juga:Efek Domino B50 dan Minyak Dunia $73: Skenario Jitu Penyelamat APBN 2027DPR Tagih Skema Baru BBM: Minyak Dunia Turun, Harga di SPBU Jangan Ditahan!
– Basket OPEC anjlok hingga US23,52, kini bertengger di level US91,03 per barel.
– Dated Brent ikut terpangkas US21,42 menjadi US86,13 per barel.
– Brent di ICE melemah sebesar US18,73 ke posisi US84,98 per barel.
