Dobrak Spekulasi Pasar, KOSPI Cirebon Jadi Jangkar Penentu Harga Bapok di Hari Raya

KOSPI-Cirebon
Operasional Kios Pengendali Inflasi KOSPI Cirebon di Pasar Pasalaran dalam menjaga stabilitas harga pangan saat Hari Raya Iduladha 2026. Foto: Humas Pemkab Cirebon

Langkah ekspansif ini diharapkan mampu menciptakan efek stabilitas harga yang merata hingga ke wilayah pelosok pasca-lebaran.

Jaga Daya Beli: Komoditas di Bawah HET dan Jaminan Stok 12 Bulan

​Dukungan penuh dari Perum Bulog menjadi urat nadi utama operasional KOSPI. Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menjelaskan bahwa seluruh komoditas yang disuplai ke KOSPI dipastikan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

​Saat ini, KOSPI menyediakan kebutuhan primer yang paling diburu warga, seperti beras medium SPHP, beras premium, Minyakita, minyak goreng premium, gula pasir, hingga tepung terigu.

Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSelat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026

Tidak menutup kemungkinan, komoditas hortikultura yang sering memicu volatilitas inflasi (volatile food) seperti cabai dan bawang juga akan segera dimasukkan ke dalam etalase KOSPI dalam waktu dekat.

​Di tengah suasana Iduladha, Imam meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong yang panik (panic buying). Ketahanan pangan di wilayah Cirebon dipastikan berada pada level yang sangat aman dan terkendali.

​”Stok sangat cukup dan aman. Saat ini Bulog Cirebon menguasai cadangan beras pemerintah sekitar 223 ribu ton. Jumlah ini tidak hanya aman untuk Iduladha kali ini, tetapi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 12 bulan ke depan,” tutur Imam Mahdi meyakinkan.(*)

0 Komentar