Atap Lapuk dan Merger Sekolah, Menguak Misi Mendikdasmen Guyur Rp1,8 Miliar ke Cirebon

Mendikdasmen-Abdul-Mu\'ti
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Bupati Cirebon Imron meninjau langsung kondisi ruang kelas dan proses belajar siswa di SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (28/9/2026). Foto: Dokumentasi Humas Pemkab Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM — Kualitas pendidikan dasar tak cuma berhenti pada urusan bagi-bagi makan gratis. Di lapangan, fasilitas bangunan yang lapuk dan ruang kelas tak layak masih menjadi ancaman nyata bagi keselamatan belajar para siswa.

​Senin (28/9/2026), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turun langsung ke SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremoni. Ini adalah inspeksi lapangan atas dua agenda besar: revitalisasi fisik sekolah dan kepastian pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:Saldo PIP 2026 Masih Nol di ATM? Cek Dulu Status 'SK Nominasi' dan Domain Baru kemendikdasmen.go.idRevolusi Karakter 2026: Kemendikdasmen Wajibkan Ikrar Pelajar Indonesia dan Lagu Rukun di Upacara Senin

​Suntikan Rp1,8 Miliar untuk Sekolah Hasil Merger

​SDN 1 Kedungjaya menjadi bukti nyata bagaimana penataan sekolah daerah diperbaiki. Sekolah ini lahir dari penggabungan (merger) dua SD yang sebelumnya berdiri terpisah.

​Keberhasilan merampingkan dua lembaga ini diganjar kucuran dana pusat sebesar Rp1,8 miliar. Anggaran jumbo tersebut langsung dialokasikan untuk membedah total fasilitas sekolah yang sempat kusam.

​Perbaikan mencakup pembenahan menyeluruh pada 12 ruang kelas agar ramah belajar, penataan ulang 2 ruang administrasi demi efisiensi kerja, hingga pembangunan 9 unit toilet sekolah sesuai standar sanitasi sehat.

​”Penggabungan dua SD ini harus berdampak langsung pada kenyamanan belajar. Melalui revitalisasi, kita pastikan sarana pembelajaran jauh lebih representatif dan aman,” tegas Abdul Mu’ti di sela-sela peninjauan.

​Bupati Imron: Perbaikan Bertahap, Antrean Masih Panjang

​Kondisi infrastruktur sekolah di Kabupaten Cirebon memang butuh napas panjang. Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah membuat pembenahan gedung sekolah harus menerapkan skala prioritas yang ketat.

​Sepanjang tahun 2026 saja, Pemkab Cirebon mencatat target pembenahan fisik yang masif, meliputi rehabilitasi 83 Sekolah Dasar (SD), perbaikan 32 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta pembenahan 77 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

​”Beliau hadir melihat langsung perbaikan 12 kelas, ruang administrasi, dan sanitasi kita. Penanganan ini memang dilakukan bertahap karena jumlah sekolah yang butuh perhatian sangat banyak,” ujar Imron.

Baca Juga:Mendikdasmen: Sumpah Pemuda ke-97 Momentum Kuatkan Trigatra BahasaDigitalisasi Sekolah di Majalengka, Wamendikdasmen: Pastikan Bebas Korupsi dan Tingkatkan Mutu Belajar

​Sinyal Prioritas Kemendikdasmen untuk Bangunan Rusak Berat

​Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar tidak ada lagi anak sekolah yang bertaruh nyawa di bawah atap yang lapuk. Kementerian memastikan kriteria penerima alokasi bantuan dipatok sangat terukur.

0 Komentar