CIREBONINSIDER.COM — Pesisir Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, tak pernah benar-benar lepas dari bayang-bayang banjir rob. Setiap kali air laut pasang surut, tumpukan sampah plastik kerap berserakan di lorong pemukiman hingga area sekolah.
Namun, di garis depan wilayah yang rentan krisis ekologis ini, kesadaran lingkungan justru disemaikan dari bangku sekolah dasar.
Melalui program SIJALI (Siswa Jago Peduli Lingkungan), puluhan murid UPTD SDN 4 Eretan Kulon diajak memutus rantai pencemaran sampah plastik lewat pendekatan yang interaktif.
Baca Juga:Pesisir Indramayu Darurat: Rob Tenggelamkan TPI Eretan Kulon, Bantuan APBD Baru Datang 2027Perisai Pesisir Cirebon: Menguji Urgensi Giant Sea Wall di Tengah Ancaman Rob dan Sektoral Garis Pantai
Inisiatif ini digagas oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University, dengan menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai agen perubahan lingkungan sejak dini.
Ubah Pola Pikir lewat Aksi Memilah dan Mencipta
Program SIJALI tak dijalankan lewat ceramah teori yang membosankan di dalam kelas. Strategi edukasi dirancang dengan mengombinasikan pemahaman ekologi, pemilahan teknis, dan ekspresi seni.
Proses edukasi diawali dengan mengenalkan perbedaan mendasar antara sampah organik yang mudah terurai dan sampah anorganik yang bertahan ratusan tahun di alam.
Setelah memahami konsepnya, para siswa mempraktikkan langsung aksi pemilahan. Mereka memisahkan bungkus plastik, kemasan makanan, hingga potongan kertas bekas yang terkumpul di sekitar lingkungan sekolah.
Langkah berikutnya menjadi inti transformasi. Limbah anorganik tersebut tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi media pembuatan seni kolase.
Anak-anak diajak merangkai dan menempel potongan kemasan plastik menjadi gambar-gambar kreatif yang bernilai estetis tinggi.
Menanamkan Karakter dan Resiliensi Pesisir
”Melalui SIJALI, kami ingin menunjukkan bahwa sampah anorganik yang biasa dibuang dapat diolah menjadi karya bernilai guna,” ujar Ketua Kelompok KKNT IPB Desa Eretan Kulon, Immanuel Raka Sanjaya.
Baca Juga:Rob Jadi Tantangan Nyata Ekosistem Pendidikan di Losari CirebonPesisir Indramayu Darurat: Rob Tenggelamkan TPI Eretan Kulon, Bantuan APBD Baru Datang 2027
Raka menegaskan, metode belajar sambil bermain ini terbukti efektif menjaga keterlibatan dan fokus anak-anak hingga akhir sesi. Selain mengasah kepekaan lingkungan, aktivitas memotong dan menempel ini melatih keterampilan motorik halus serta daya imajinasi mereka.
Meski pengerjaan karya seni terbatas oleh durasi waktu, evaluasi menunjukkan tingginya antusiasme serta keaktifan siswa sepanjang diskusi.
Kawasan pesisir Pantura Indramayu membutuhkan tindakan nyata yang berkelanjutan. Kebiasaan kecil memilah sampah dari ruang kelas ini diharapkan mampu menjalar hingga ke lingkungan rumah tangga.
