Uang Syariah Ciayumajakuning Naik Kelas, Tak cuma Buat Consumptive, Bisnis Lokal Disuntik Rp8 Triliun

Pembiayaan-perbankan-syariah
Pertumbuhan bisnis dan pembiayaan perbankan syariah OJK Ciayumajakuning Cirebon. Foto: Ilustrasi/AI

CIREBONINSIDER.COM- ​Peta kekuatan ekonomi di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) tengah mengalami pergeseran mendasar. Selama ini, dana syariah di kawasan pesisir dan agraris Jawa Barat ini lebih identik untuk keperluan konsumtif, seperti kredit rumah atau kendaraan.

​Pandangan itu kini perlahan runtuh. Pelaku usaha lokal mulai bergerak cepat menyedot pembiayaan syariah untuk ekspansi bisnis dan modal kerja.

​Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat total penyaluran pembiayaan dari kantor cabang Bank Umum Syariah di Ciayumajakuning menembus angka Rp8,15 triliun pada Triwulan II 2026. Angka ini melonjak tajam 15,15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Baca Juga:​Kredit Industri Pengolahan Melonjak 16,85 Persen, Sinyal Perbankan Nasional Makin Solid​Limbah Sawit RI Tembus Rp450 Miliar di Pasar Dunia, Mengapa Likuiditas Perbankan Malah Ketat?

​Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa lonjakan ini menjadi bukti nyata menggeliatnya sektor jasa keuangan syariah di tingkat lokal.

​“Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan perkembangan positif fungsi intermediasi perbankan syariah di wilayah Ciayumajakuning,” kata Agus Muntholib saat dikonfirmasi di Cirebon.

​secatatan resmi OJK, pertumbuhan pembiayaan ini juga tercatat sebesar 6,17 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd) serta 1,88 persen secara bulanan (month to month/mtm).

​Ledakan Modal Investasi: Sektor Bisnis Makin Berani

​Porsi pembiayaan konsumsi memang masih mendominasi secara nominal dengan nilai Rp6,32 triliun. Namun, kejutan terbesar justru datang dari sektor produktif yang mencatatkan percepatan luar biasa.

​Pengusaha daerah tak ragu lagi menggandeng bank syariah untuk memperbesar skala bisnis mereka. Lonjakan ini terlihat dari dua indikator utama:

– ​Sektor Investasi Melompat: Pembiayaan investasi melesat 37,17 persen (yoy) menjadi Rp976 miliar. Kenaikan ini mengindikasikan masifnya aksi ekspansi pabrik, peremajaan mesin produksi, hingga pembukaan cabang usaha baru.

– ​Modal Kerja Melesat Bulanan: Secara bulanan, pembiayaan modal kerja melompat 24,56 persen menjadi Rp693 miliar. Capaian ini menempatkan modal kerja sebagai kategori dengan laju pertumbuhan tertinggi secara mtm.

Baca Juga:Taktik Kemenkeu 'Paksa' Perbankan Alirkan Rp200 Triliun demi Kejar Target Ekonomi 8 PersenRevolusi Pelayanan, RSUD Indramayu Adopsi Standar 'Service Excellent' Perbankan untuk Manjakan Pasien

​Agus menyebutkan bahwa dinamika pergerakan modal kerja menjadi motor utama percepatan bisnis di lapangan.​“Pembiayaan modal kerja juga tumbuh 3,15 persen (ytd) dan menjadi pembiayaan dengan pertumbuhan tertinggi secara mtm,” ujarnya.

0 Komentar