CIREBONINSIDER.COM — Tembok tebal dan kawat berduri tak lagi sebatas pembatas kebebasan. Di Lapas Kelas IIB Indramayu, ruang terbatas itu justru ditransformasikan menjadi inkubator ekonomi produktif.
Langkah strategis ini makin diperkuat usai Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menemui Bupati Indramayu Lucky Hakim di Pendopo Kabupaten Indramayu, Sabtu (26/9/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Kedua pihak menyepakati integrasi pembinaan warga binaan dengan ekosistem ekonomi mikro daerah.
Baca Juga:Indramayu Berguru Peta Pajak ke Tangsel, Gebrakan Lucky Hakim Sapu Celah Lahan SilumanLucky Hakim "Invasi" Jakarta, Bawa Produk Unggulan Indramayu Tembus Pasar Global
Ubah Gulma dan Tembok Pembatas Jadi Sumber Cuan
Salah satu program unggulan yang disasar adalah pengolahan eceng gondok. Gulma perairan yang kerap menyumbat saluran irigasi pertanian Indramayu itu kini diolah dari bahan mentah menjadi produk kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.
Tak hanya itu, area branggang—lorong pengaman di sekeliling tembok luar lapas—turut dimaksimalkan. Lahan lorong yang selama ini identik dengan kesunyian disulap menjadi tempat budidaya melon golden, komoditas hortikultura bernilai jual tinggi di pasar modern.
Inovasi ini menggeser pola pembinaan lama. Masa pidana kini diisi dengan pembekalan keterampilan konkret agar warga binaan siap mandiri secara ekonomi saat kembali ke masyarakat.
Pengusulan Septic Tank EBT Berbasis Pesantren
Terobosan paling inovatif dalam pertemuan tersebut adalah rencana pengusulan fasilitas septic tank berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Lapas Indramayu mengusulkan pengelolaan sanitasi terpadu yang mampu mengonversi limbah menjadi sumber biogas, mengadopsi skema daya listrik yang sukses diterapkan di lingkungan pesantren mandiri energi.
Teknologi ini dirancang untuk menekan biaya operasional sekaligus mendukung komitmen daerah dalam transisi energi bersih.
Dukungan Penuh Pemkab dan Jaminan Layanan Dasar
Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut hangat jajaran Lapas dan menyatakan komitmen penuh Pemkab Indramayu.
Baca Juga:Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman BudayaSisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi Mulyadi
Pemkab siap memfasilitasi jaminan pasokan air bersih melalui koordinasi dengan Perumda Tirta Darma Ayu (PDAM Indramayu) serta alokasi armada ambulans untuk penanganan darurat.
Untuk proyek EBT, Pemkab Indramayu akan menerjunkan dinas teknis terkait guna mengkaji kelayakan infrastruktur biogas di lingkungan Lapas.
Dukungan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi mikro dan hadirnya kawasan industri baru di Indramayu. Warga binaan yang bebas kelak diharapkan dapat langsung terserap sebagai tenaga kerja terampil maupun pelaku UMKM mandiri.(*)
