Pesisir Indramayu Darurat: Rob Tenggelamkan TPI Eretan Kulon, Bantuan APBD Baru Datang 2027

TPI-Eretan-Kulon-Indramayu
Pemandangan udara rendah area pasar ikan TPI Eretan Kulon Indramayu yang tergenang banjir rob keruh, menunjukkan kerusakan infrastruktur dan gangguan aktivitas nelayan. Foto: Screenshot Instagram 

CIREBONINSIDER.COM — Banjir rob menerjang, muara menumpuk lumpur. Beginilah potret getir yang saban hari membayangi denyut nadi ekonomi nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu.

​Sebagai salah satu benteng pertahanan ekonomi pesisir tertua di Jawa Barat, TPI ini tak lagi sekadar butuh perbaikan kecil. Kawasan ini butuh penyelamatan darurat.

​Transaksi lelang ikan sering terganggu luapan air laut pasang. Lantai pelelangan tergenang, air bersih makin langka, dan alur pelayaran kapal nelayan kian menyempit akibat sedimentasi muara yang parah.

Baca Juga:Indramayu Menuju Etalase Pendidikan Nasional: Inovasi ‘Deep Learning’ dan Deretan Jawara di Hardiknas 2026Akhiri Derita Rob Puluhan Tahun, KDM dan Lucky Hakim Sulap Eretan Jadi Kampung Nelayan Modern

​TPI Tua Tergerus Air Pasang

​Kondisi kritis ini mendapat sorotan keras dari Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Saat meninjau lokasi, ia menegaskan bahwa penataan kawasan Eretan Kulon sudah masuk taraf mendesak.

​”Tempat ini usianya sudah sangat lama. Sudah saatnya mendapat penanganan mendalam, terutama mengatasi dampak rob yang berulang,” tegas Ono.

​Dua persoalan utama yang dikeluhkan nelayan dan pengurus koperasi meliputi: ​

– Lantai lelang terlalu rendah: Air rob kerap masuk dan merusak sanitasi serta kelancaran transaksi penimbangan ikan.

– ​Fasilitas air bersih rusak: Penampungan air kian tak layak, memicu risiko kebersihan bagi pekerja pesisir.

​Solusinya murni tindakan fisik: peninggian lantai pelelangan dan revitalisasi total fasilitas penampungan air.

​Namun, nelayan harus kembali mengurut dada. Janji pengawalan anggaran baru diproyeksikan masuk dalam pembahasan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2027. Artinya, nelayan masih harus bertarung melawan pasang surut rob dan ketidakpastian iklim hingga beberapa tahun ke depan.

​Duri dalam Daging: Sedimentasi Muara Karangsong hingga Eretan

​Masalah pesisir Indramayu tak berhenti di darat. Di laut, pendangkalan alur pelayaran akibat sedimentasi menjadi “pembunuh perlahan” bagi mobilitas kapal nelayan dan distribusi logistik perikanan.

Baca Juga:Garis Pantai Eretan Mundur 200 Meter! Indramayu Darurat Abrasi, BBWS Citarum Mulai Proyek PenyelamatanInilah Deretan Juara Hari Pertama Tour de Linggarjati 2025

​Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, mengakui dilema ini. Menurutnya, penanganan muara—seperti di kawasan Karangsong hingga alur Eretan—membentur tembok birokrasi dan kewenangan.

​”Pengelolaannya merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Namun Pemkab Indramayu tidak tinggal diam,” ujar Edi.

0 Komentar