Bukan Padamkan Api, Damkar Indramayu Pakai Selang Bertekanan Tinggi Selamatkan Sawah dari Kekeringan

Damkar-Indramayu
Petugas Damkar bersama Petani di Desa Lobener Lor, Indramayu sedang bergotong royong melakukan pembersihan dan normalisasi saluran irigasi yang tersumbat, guna memperlancar aliran air ke sawah. Foto: Istimewa/ Doc Pemkab Indramayu 

​CIREBONINSIDER.COM – Siren armada Pemadam Kebakaran (Damkar) biasanya menyalak saat si jago merah mengamuk. Namun di kawasan Jatibarang, Indramayu, ceritanya berbeda. Selang bertekanan tinggi milik armada merah itu justru dikerahkan untuk menyelamatkan ‘urat nadi’ pertanian warga yang mendadak lumpuh.

​Pemandangan tak biasa ini terjadi di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Saluran irigasi vital yang menjadi tumpuan pasokan air ke lahan persawahan warga mendadak mampet total.

​Sumbatan parah yang dipicu tumpukan sampah dan endapan material membuat air tak lagi mampu mengalir. Jika dibiarkan berhari-hari, pasokan air terputus total. Bayang-bayang gagal tanam pun langsung mengintai para petani setempat.

Baca Juga:Ancaman Kekeringan 2026: Strategi Kementan Jaga Lumbung Pangan Jawa Barat Tetap BasahLumbung Padi Nasional: Keajaiban Panen Raya di Indramayu yang Sempat Kekeringan, Tuai Pujian dari Wamentan

​Semprotan Bertekanan Tinggi Jadi ‘Jurus Pamungkas’

​Mendapat laporan aliran air melambat dan mampet, tim Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu tak tinggal diam. Mereka langsung menerjunkan armada ke titik lokasi.

​Bukan membawa nozzle untuk memadamkan kobaran api, para petugas memanfaatkan daya semprot air bertekanan tinggi dari armada damkar untuk menjebol endapan kotoran yang menyumbat drainase.

​Langkah instan ini terbukti ampuh. Hanya dalam waktu singkat, tumpukan material tebal yang mengunci selokan berhasil dihancurkan. Air irigasi pun kembali mengalir deras menuju petakan sawah warga.

​Aksi ini sekaligus mempertegas wajah baru Damkar modern: tak hanya bertaruh nyawa di tengah kobaran api, tapi juga tanggap menjadi garda terdepan penanganan non-fire rescue yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat.

​Menjaga ‘Napas’ Lumbung Padi Nasional

​Kepala Bidang Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, menegaskan bahwa aksi di Lobener Lor adalah bukti komitmen pelayanan publik yang fleksibel dan solutif di lapangan.

​”Salah satu bentuk pelayanan kami adalah membantu para petani mengatasi saluran irigasi yang tersumbat di Desa Lobener Lor. Aliran air kini kembali lancar sehingga kebutuhan lahan pertanian warga terpenuhi,” ungkap Jajat, Minggu (19/7/2026).

​Jajat menekankan, kelancaran pasokan air adalah harga mati bagi produktivitas pertanian Indramayu yang menyandang status sebagai lumbung padi nasional. Hambatan sekecil apa pun pada saluran irigasi bisa berdampak fatal pada hasil panen.

0 Komentar