PR Besar: Bom Waktu Sampah di Saluran Air
Keberhasilan penyelamatan irigasi ini memang memanen apresiasi tinggi dari warga dan Kelompok Tani (Poktan) Desa Lobener Lor. Namun, di balik respons cepat tersebut, ada ancaman laten yang belum usai: kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Damkar pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak menjadikan selokan maupun saluran irigasi sebagai tempat pembuangan sampah akhir.
”Kami imbau warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air. Jika menemukan hambatan fasilitas umum yang mengganggu kepentingan bersama, segera laporkan. Damkar Indramayu siap hadir memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, dan humanis,” tegas Jajat.
Baca Juga:Ancaman Kekeringan 2026: Strategi Kementan Jaga Lumbung Pangan Jawa Barat Tetap BasahLumbung Padi Nasional: Keajaiban Panen Raya di Indramayu yang Sempat Kekeringan, Tuai Pujian dari Wamentan
Pada akhirnya, kecepatan respons pemerintah daerah harus diimbangi dengan kesadaran warga. Tanpa kepedulian menjaga saluran air, benteng ketahanan pangan di tingkat tapak akan terus terancam oleh masalah yang sama.(*)
