Strategi KWT Cirebon Pukul Balik Risiko Kekeringan, Ubah Hasil Tani Jadi Olahan Bernilai Tinggi

Pasar-Tani
Pengunjung memadati gelaran Pasar Tani di halaman kantor Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Selasa (11/8/2026). Foto: istimewa/Doc Pemkab Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM— Perekonomian sektor pertanian tidak boleh lagi bergantung penuh pada penjualan hasil panen mentah. Saat cuaca ekstrem dan kekeringan mengancam pasokan air di sawah, petani kerap menjadi pihak yang paling rentan dirugikan oleh fluktuasi harga komoditas basah.

​Mengapa kondisi ini harus segera diubah? Sebab menjual komoditas mentah saat panen raya hanya memicu anjloknya harga. Tanpa pengolahan pascapanen, posisi tawar petani akan selalu lemah.

​Merespons tantangan tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon mengambil langkah konkret. Lewat gelaran Pasar Tani di halaman kantor Distan, Selasa (11/8/2026), peran Kelompok Wanita Tani (KWT) didorong menjadi garda depan dalam menciptakan nilai tambah produk pertanian dan peternakan.

Baca Juga:Ancaman Kekeringan 2026: Strategi Kementan Jaga Lumbung Pangan Jawa Barat Tetap BasahLumbung Padi Nasional: Keajaiban Panen Raya di Indramayu yang Sempat Kekeringan, Tuai Pujian dari Wamentan

Ubah Kerentanan Menjadi Peluang Ekonomi

​Langkah ini bukan sekadar ajang jualan rutin. Pengolahan hasil tani menjadi produk bernilai tambah—seperti olahan makanan kering, minuman herbal, hingga olahan peternakan—adalah benteng pertahanan ekonomi keluarga petani. Produk olahan memiliki daya simpan lebih lama, harga jual lebih stabil, dan jangkauan pasar yang jauh lebih luas.

​Kepala Distan Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, menegaskan bahwa pendampingan pemerintah bertujuan membentuk kemandirian jangka panjang. KWT diharapkan tidak bergantung pada pameran seremonial semata.

​“Pasar Tani ini kami laksanakan untuk memasarkan produk-produk dari KWT. Harapannya, mereka tidak terus-menerus mengandalkan fasilitasi pemerintah, tetapi secara bertahap mampu membangun jaring pemasarannya sendiri secara mandiri,” tegas Deni saat membuka acara.

​Distan Cirebon terus mengawal proses ini melalui pendampingan berkelanjutan, mulai dari teknik pengolahan, standar kemasan, hingga pembukaan akses pasar modern.

​Sinergi Kesehatan Hewan dan Mitigasi Kekeringan

​Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga menyertakan program pelayanan publik terpadu. Salah satunya adalah vaksinasi rabies gratis dengan target 300 hewan milik warga, demi memastikan keamanan dan kesehatan lingkungan pedesaan.

​Namun, fokus utama Distan Cirebon tetap tertuju pada ancaman kekeringan yang mulai membayangi beberapa wilayah pertanian di Kabupaten Cirebon. Mengapa penanganan kekeringan ini menjadi sangat mendesak? Karena tanpa air yang cukup, risiko gagal panen meningkat dan kesejahteraan petani langsung terancam.

0 Komentar