Dari Motor Listrik hingga Sepatu: Daftar Panjang Mark-Up Anggaran BGN
Selain memonopoli kemitraan lewat yayasan boneka, para tersangka juga melakukan intervensi ugal-ugalan dalam penyusunan anggaran.
Kejagung menemukan bukti kuat adanya pengadaan barang mewah dan logistik yang sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Bukan untuk urusan dapur gizi, anggaran raksasa tersebut justru lari ke proyek-proyek yang sarat dengan penggelembungan harga (mark-up).Penyidik membongkar empat proyek pengadaan fantastis yang dinilai janggal.
Baca Juga:Dadan Hindayana Bongkar Fakta Anggaran Badan Gizi, Isu Laptop Rp4 T vs Realitas Investasi Rp54 TViral 70 Ribu Motor BGN Ternyata Hoaks, Dadan Hindayana Ungkap Fakta Armada MBG untuk Daerah
Pertama, proyek pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan total nilai mencapai Rp1 triliun yang dinilai tidak urgen bagi operasional dasar.
Kedua, pemborosan anggaran lewat pembelian 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai kebutuhan di lapangan.Tak berhenti di situ, para tersangka juga menyisipkan pengadaan lebih dari 31.000 unit tablet (gadget) serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inch.
Seluruh pengadaan teknologi dan logistik ini diintervensi langsung dari dalam demi meraup keuntungan pribadi.
KSP Dudung Abdurachman: “Presiden Ingin Sempurna, Uang Rakyat Harus Dijaga”
Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak menoleransi sedikit pun kebocoran anggaran, terutama untuk program yang menyangkut masa depan anak-anak Indonesia.
Dudung menyebut, Presiden sudah mendengar anomali di tubuh BGN sejak lama dari berbagai sumber.
”Presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun yang menyimpang dari program beliau. Karena itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegas Dudung usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Mantan KSAD ini membenarkan bahwa isu jual beli titik dapur menjadi salah satu pemicu utama pembersihan instansi tersebut. Dudung juga berjanji akan mengawal langsung implementasi program di lapangan tanpa beban.
Baca Juga:MBG Serap 1 Juta Pekerja, Dadan Sebut Program Prabowo Buka Lapangan Kerja MassalAnggaran Makan Bergizi Gratis Rawan Bocor? BGN Buka-bukaan di Depan Jaringan Muda Indonesia
”Pokoknya saya akan cek di lapangan dan yang saya temukan, akan saya sampaikan ke wartawan, itu aja. Saya enggak ada beban,” cetusnya lugas.
Kritik ICW: Masalah MBG Bukan Sekadar Figur, tapi Tata Kelola
Langkah tegas Kejaksaan Agung dan Istana mendapat sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Kepala Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha, menilai penangkapan ini menjadi sinyal pengakuan pemerintah bahwa sejak awal perencanaan program MBG memang bermasalah.
