CIREBONINSIDER.COM– Peta pembangunan inklusif di Kabupaten Cirebon kian terarah. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menerima audiensi strategis Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon di Gedung Dewan, Rabu (22/7/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal. Kedua pihak menyepakati penguatan benteng perlindungan perempuan dan anak hingga ke pelosok desa.
Sinergi ini mempertemukan dua kekuatan utama. Di satu sisi, DPRD memegang kendali kebijakan, pengawasan, dan anggaran berperspektif gender. Di sisi lain, Fatayat NU menguasai jaringan akar rumput yang mampu menjangkau langsung masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
Baca Juga:Resmi Dilantik, Fatayat NU Kabupaten Cirebon Teguhkan Kepemimpinan Perempuan dan Siap Hadapi Tantangan DigitalMelawan "Hantu" Pinjol dari Ruang Tamu: Sinergi Fatayat NU-Pemkot Cirebon Perkuat Benteng Finansial Perempuan
Sentuh Isu Akar Rumput
Audiensi hangat itu membedah persoalan riil warga. Isunya konkret dan mendesak. Mulai dari maraknya kasus kekerasan anak, penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM, hingga rendahnya literasi digital kaum perempuan di daerah.
Sophi Zulfia menegaskan, tolok ukur kemajuan Cirebon tak boleh cuma dilihat dari megahnya infrastruktur fisik semata.
”Keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana perempuan punya ruang setara. Mereka harus berpartisipasi dan terlindungi,” tegas Sophi.
Sebagai figur pimpinan legislatif perempuan, Sophi paham betul peran vital basis massa. Menurutnya, Fatayat NU punya modal sosial luar biasa. Jaringannya menancap kuat hingga ranting desa.
Ia mendorong Fatayat NU menjadi motor penggerak masyarakat. Khususnya dalam pendampingan UMKM perempuan serta pencegahan kejahatan digital yang kian marak menyasar keluarga.
Komitmen Tangguh Fatayat NU
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Najhah Barnamij, menyambut lugas komitmen dewan. Bagi Fatayat, dukungan parlemen memberi kepastian hukum dan penguatan program kerja di lapangan.
”Kami punya basis massa muda hingga pelosok desa. Sinergi dengan DPRD akan mempercepat hadirnya program yang langsung terasa dampaknya,” ujar Najhah.
Baca Juga:Najhah Barnamij Nakhodai Fatayat NU Kabupaten Cirebon untuk Rejuvenasi Kepemimpinan PerempuanLawan Gempuran AI: Festival Literasi Cirebon 2025 Genjot Literasi Digital untuk Cirebon Setara 2029
Najhah menambahkan, fokus gerakan Fatayat NU mencakup sektor pendidikan, kesehatan reproduksi, penguatan ekonomi mandiri, hingga ketahanan keluarga.
Solusi Konkret bagi Cirebon
Tantangan sosial di Kabupaten Cirebon butuh ekosistem pendukung yang solid. Sinergi antara pembuat kebijakan dan organisasi massa perempuan menjadi kunci pembuka buntunya berbagai persoalan sosial.
Lewat kolaborasi ini, DPRD Kabupaten Cirebon berkomitmen mengawal kebijakan publik agar selalu responsif gender. Harapannya, program daerah tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menjangkau dapur dan menghadirkan ruang aman bagi perempuan serta anak.(*)
