Bandara Kertajati Berubah Haluan, Fokus MRO Sipil dan Markas PTDI-Pindad

Bandara-Kertajati-Majalengka
Bandara Kertajati Majalengka resmi difokuskan jadi pusat MRO sipil-militer serta basis PTDI dan Pindad. Penerbangan komersial kembali ke Husein Bandung. Foto: screenshot Instagram 

CIREBONINSIDER.COM — Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka resmi mengubah haluan strategisnya. Tidak lagi difokuskan sebagai bandara komersial murni, fasilitas megah bernilai triliunan rupiah ini kini diplot menjadi pusat pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) sipil serta markas integrasi BUMN pertahanan nasional.

​Langkah berani ini diambil seiring rencana pengembalian rute penerbangan komersial jarak pendek dan menengah ke Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

​Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati pembagian peran taktis tersebut. Tujuannya tegas: menyelamatkan aset infrastruktur di Majalengka agar memberikan dampak ekonomi konkret, terukur, dan bebas dari ancaman investasi mangkrak.

Baca Juga:DPRD Majalengka Dukung Gagasan KDM Jadikan BIJB Kertajati Pusat Industri Pertahanan NasionalKDM Usul Relokasi PTDI dan Pindad ke Kertajati, Atasi Kepadatan dan Hidupkan BIJB

​Pengalihan Aset ke Pusat, Target Operasi MRO Tahun Ini

​Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tengah mengebut proses pengalihan pengelolaan aset Bandara Kertajati dari Pemprov Jabar ke Pemerintah Pusat.

​Langkah percepatan ini dilakukan agar fasilitas MRO di Kertajati dapat mulai beroperasi secara efektif pada tahun 2026.

​”Sedang proses. Kita ingin secepatnya. Ada pengalihan aset yang tadinya milik Pemprov Jawa Barat untuk kemudian pengelolaannya dialihkan ke Pemerintah Pusat. Ini bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur agar memberikan manfaat ekonomi lebih besar,” tegas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

​Fasilitas MRO di Kertajati bakal bekerja serbaguna. Selain melayani pemeliharaan armada udara sipil dan mendukung operasional embarkasi haji, lokasi ini disiapkan sebagai pangkalan utama perawatan pesawat pertahanan negara.

​Konsolidasi Raksasa Alutsista: PTDI dan PT Pindad

​Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Kertajati memiliki daya dukung lahan dan posisi geopolitik yang sangat ideal untuk menampung klaster industri militer dalam negeri.

​Melalui skenario baru ini, raksasa industri pertahanan seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad akan mengonsolidasikan operasional, pangkalan armada, hingga lini perakitan pesawat militer di Majalengka.

​”Untuk Bandara Kertajati, kita berharap menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Seluruh industri pertahanan seperti PTDI dan Pindad semuanya berpusat di Kertajati. Sementara Bandara Husein Sastranegara di Bandung fokus kembali menjadi bandara komersial,” ujar Dedi Mulyadi usai peresmian proyek BRT Cekungan Bandung.

0 Komentar