Bandara Kertajati Berubah Haluan, Fokus MRO Sipil dan Markas PTDI-Pindad

Bandara-Kertajati-Majalengka
Bandara Kertajati Majalengka resmi difokuskan jadi pusat MRO sipil-militer serta basis PTDI dan Pindad. Penerbangan komersial kembali ke Husein Bandung. Foto: screenshot Instagram 

​Dedi mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan kawasan industri militer terpadu ini telah dibahas langsung bersama Presiden RI dan mendapatkan sinyal positif.

​Lampu Hijau dan Sinergi Penuh Kemenhub

​Rencana besar penataan fungsi bandara ini mendapat karpet merah dari pemerintah pusat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Kemenhub siap mengawal penuh transisi fungsional BIJB Kertajati.

​Pemerintah pusat terus berkoordinasi secara matang agar pembagian peran antara Kertajati dan Husein Sastranegara menciptakan keseimbangan baru bagi konektivitas serta ketahanan nasional.

Baca Juga:DPRD Majalengka Dukung Gagasan KDM Jadikan BIJB Kertajati Pusat Industri Pertahanan NasionalKDM Usul Relokasi PTDI dan Pindad ke Kertajati, Atasi Kepadatan dan Hidupkan BIJB

​”Kami mendukung penuh apa yang menjadi harapan pemerintah daerah terkait Kertajati. Pak Gubernur sudah berdiskusi dengan pusat untuk menyikapi pembukaan kembali Bandara Husein. Sinergi ini akan melahirkan keputusan terbaik bagi konektivitas dan dampak ekonomi,” tutur Menhub Dudy Purwagandhi.

​Peta Pembagian Peran dan Multiplier Effect Regional

​Melalui penataan ulang ini, pembagian peran antar-infrastruktur penerbangan di Jawa Barat menjadi jauh lebih spesifik dan saling melengkapi.

– ​Bandara Husein Sastranegara (Bandung): Difokuskan melayani penerbangan komersial penumpang jarak pendek dan menengah guna menghidupkan kembali aksesibilitas pariwisata serta bisnis Kota Bandung.

– ​BIJB Kertajati (Majalengka): Difokuskan sebagai fasilitas MRO sipil dan militer, embarkasi haji dan umrah, pusat logistik, serta kawasan perakitan terpadu bagi PTDI dan PT Pindad.

​Transformasi ini diprediksi membawa multiplier effect besar bagi ekosistem ekonomi koridor Cirebon, Majalengka, dan Indramayu (Rebana).

​Masuknya aktivitas MRO dan industri alutsista akan menyerap banyak tenaga kerja mahir (high-skilled labor) di bidang keteknikan penerbangan dan logistik.

​Didukung konektivitas Tol Cisumdawu serta akses Pelabuhan Patimban, Kertajati kini siap melepas julukan ‘bandara sepi’ dan bertransformasi menjadi pusat kekuatan ekonomi baru berbasis teknologi tinggi dan ketahanan negara.(*)

0 Komentar