​Bongkar Masalah Data Desa, Cirebon Mulai Bersihkan Data Ganda dari Kedawung

Diskominfo-Kota-Cirebon
Suasana rapat penguatan Pusdatin dan digitalisasi data desa di Kantor Kecamatan Kedawung. Foto: Istimewa/ Doc Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM— Bantuan sosial salah sasaran dan proyek pembangunan yang asal tebak biasanya bersumber dari satu titik: data desa yang kacau.

​Pemerintah Kabupaten Cirebon tak ingin membiarkan masalah ini terus berlarut. ​Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), langkah nyata langsung diambil. Seluruh aparatur desa se-Kecamatan Kedawung dikumpulkan di Kantor Kecamatan Kedawung pada Senin (20/7/2026).

​Fokusnya tegas: Digitalisasi penuh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) desa.

​Setop Cara Lama

​Selama ini, catatan manual bikin data lambat diperbarui dan rentan manipulasi. Padahal, keputusan APBD bernilai miliaran rupiah bertumpu pada data tersebut.

Baca Juga:Satu Data Desa Presisi: Solusi Pansus III DPRD Kabupaten Cirebon Pangkas Birokrasi dan Tumpang Tindih BansosSaid Didu: Swasembada Era Mentan Amran Nyata, Bukan Halusinasi! Mafia Pangan 'Mati Kutu' dengan Satu Data

​Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menegaskan bahwa akurasi data adalah harga mati.

​“Tata kelola data adalah fondasi. Tanpa data presisi, kebijakan tidak akan pernah tepat sasaran,” ujar Bambang. ​Ia menambahkan, aparatur desa harus siap memproduksi data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi secara real-time.

​Target Tuntas ‘Satu Data Indonesia’

​Langkah di Kedawung ini menjadi bagian penting dari agenda nasional Satu Data Indonesia (SDI) di daerah.​Camat Kedawung, Sri Darmanto, mendorong seluruh desa di wilayahnya untuk memangkas birokrasi data lewat sistem digital.

​“Harapannya, semua data terdigitalisasi penuh. Begitu Pemkab Cirebon butuh data dari desa, pencariannya hitungan detik, bukan hari,” tegas Darmanto.

​Manfaat Nyata bagi Warga

​Penerapan sistem baru ini membawa tiga dampak langsung bagi masyarakat:

– ​Bansos Tepat Sasaran: Menutup rapat celah data ganda dan penerima fiktif.

– ​Anggaran Efisien: Pembangunan fisik diprioritaskan berbasis data riil di lapangan.

– ​Layanan Cepat: Warga mengurus dokumen tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

​Sinergi Diskominfo dan Kecamatan Kedawung ini diproyeksikan menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Kabupaten Cirebon. Transformasi digital tak lagi berhenti di tingkat kabupaten, tapi merasuk hingga ke balai desa.(*)

0 Komentar