CIREBONINSIDER.COM — Kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi berganti dalam tempo singkat. Nanik S Deyang mengundurkan diri dari kursi Kepala BGN demi fokus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Merespons cepat situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto melantik mantan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, di Istana Negara untuk memegang kendali penuh lembaga strategis ini.
Langkah taktis Istana ini bukan sekadar pengisian posisi kosong, melainkan sinyal kuat konsolidasi total untuk mengamankan eksekusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan presisi tanpa interupsi birokrasi.
Fokus Pengobatan Medis, Nanik Disiapkan Perkuat Dewan Pengawas
Keputusan mundur Nanik Deyang murni berlandaskan pertimbangan medis. Melalui pernyataan resminya, Nanik menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Presiden Prabowo karena harus fokus menjalani perawatan jantung dan berburu pendapat medis kedua (second opinion) di luar negeri.
Baca Juga:Gantikan Nanik Deyang, Kepala BGN Sudaryono Ikrar "Zero" Toleransi Korupsi: Jangan Ada Rapat Rahasia!Pusaran Hoaks Korupsi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Nama Kepala BGN Dicatut? Ini Fakta Riilnya!
”Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur demi kesehatan saya. Presiden menyetujui karena prihatin, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ungkap Nanik.
Meski masa kepemimpinannya tergolong singkat, Nanik meletakkan fondasi pengawasan mendasar pada sistem dapur BGN. Ia secara agresif melakukan audit mutu terhadap puluhan ribu dapur pelayanan gizi di berbagai daerah:
– Audit Mutu Kilat: Mengevaluasi performa dan higienitas hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
– Pengelompokan Mutu: Memetakan ribuan dapur ke dalam kategori standar kualitas pelayanan yang ketat.
– Moratorium Ekosistem: Menghentikan ekspansi pembangunan dapur di wilayah yang dinilai belum siap secara infrastruktur.
– Tindakan Tegas: Menemukan dan menindak ratusan SPPG bermasalah demi menjamin keamanan konsumsi anak sekolah.
Ke depan, rekam jejak pengawasan ketat ini akan terus disalurkan melalui peran barunya dalam struktur Dewan Pengawas BGN yang tengah dirancang pemerintah.
Baca Juga:Strategi BGN Pangkas Anggaran Rp3 Triliun, Setop Distribusi Makan Gratis saat Libur Sekolah dan Validasi UlangSengkarut Proyek Motor Listrik BGN: Komisaris PT YAT Ditahan Jampidsus, Mark Up Anggaran Rp60 Juta Per Unit!
Mengapa Sudaryono? Sosok Arsitek Konsep yang Paham Rantai Pasok
Penunjukan Sudaryono—atau yang akrab disapa Mas Dar—menjadi Kepala BGN dianggap sebagai pilihan paling rasional dan terukur. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Sudaryono bukan sosok baru, melainkan figur kunci yang sejak awal merumuskan rancangan teknis dan konsep operasional Program MBG.
