Pria kelahiran Grobogan, 23 Januari 1985 ini memiliki kombinasi rekam jejak unik yang memperkuat posisinya di BGN:
– Latar Belakang Tangguh: Lahir dari keluarga buruh tani, ia terbiasa bekerja keras sejak kecil. Kerja keras itu mengantarkannya menjadi lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara (2003) hingga meraih beasiswa penuh di Akademi Pertahanan Nasional Jepang bidang Teknik Mesin (2009).
– Riset dan Akademik Bisnis: Mas Dar memegang gelar Master dari Swiss German University serta menyandang gelar Doktor Manajemen dan Bisnis dari IPB University (2025), menjadikannya mumpuni secara manajerial maupun analisis data.
Baca Juga:Gantikan Nanik Deyang, Kepala BGN Sudaryono Ikrar "Zero" Toleransi Korupsi: Jangan Ada Rapat Rahasia!Pusaran Hoaks Korupsi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Nama Kepala BGN Dicatut? Ini Fakta Riilnya!
– Pengalaman Deregulasi Nyata: Saat menjabat Wakil Menteri Pertanian, ia sukses mengeksekusi penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi. Dari 145 aturan rumit yang melibatkan ratusan kementerian/lembaga, disederhanakan menjadi satu mekanisme langsung dari Kementan ke Pupuk Indonesia, yang berhasil memangkas harga pupuk hingga 20% bagi 115 juta petani.
Sinergi Pertanian dan Gizi: Menjamin Rantai Pasok Makanan Gratis
Masuknya Sudaryono menegaskan arah integrasi hulu-ke-hilir antara sektor pertanian nasional dan pemenuhan gizi masyarakat. Berbekal kepemimpinan di berbagai organisasi sosial petani dan pedagang—seperti HKTI, Tani Merdeka, PAPERA, dan APPSI—Mas Dar memegang kunci untuk mengamankan ketersediaan bahan pangan langsung dari peternak dan petani lokal.
Integrasi ini memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhasil memenuhi standar nutrisi anak-anak sekolah, tetapi juga sekaligus menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat melalui penyerapan hasil panen secara berkelanjutan dan mandiri.(*)
