Gantikan Nanik Deyang, Kepala BGN Sudaryono Ikrar "Zero" Toleransi Korupsi: Jangan Ada Rapat Rahasia!

Kepala-BGN-Sudaryono
Sudaryono memberikan keterangan pers kepada awak media usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta. Foto: screenshot Instagram 

CIREBONINSIDER.COM — Tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru. Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Rabu (22/7/2026) sore, Kepala BGN Sudaryono langsung menyapu bersih potensi konflik kepentingan dan praktik culas dalam pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut menegaskan, seluruh proses keputusannya akan dibuka seluas-luasnya di hadapan publik tanpa ada kesepakatan tertutup di balik layar.

​”Kita terang-terangan saja. Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan,” tegas Sudaryono saat ditemui wartawan di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Baca Juga:Tidak Ada Kompromi! Menkeu Purbaya Ancam Tutup Satuan Pelayanan Gizi Jika Berani Mainkan Anggaran MBGSengkarut Program MBG: Jual-Beli Titik SPPG Picu Pemborosan Rp1 Triliun Per Bulan, Manajemen Dirombak Total!

​Gebrakan Perdana: Stop Bisik-Bisik dan Integritas Tanpa Kompromi

​Sudaryono meminta seluruh jajaran internal BGN, mitra kerja, hingga Satuan Pelayanan Pemneuhan Gizi (SPPG) untuk bekerja melayani rakyat menggunakan akal sehat (common sense). Ia menggarisbawahi bahwa pergerakan gelap tidak lagi ditoleransi.

​”Zero toleransi untuk praktik-praktik korupsi, hengki-pengki, dan copet-copetan—sebagaimana praktik ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Sudaryono lugas.

​Semua persoalan dan tindak lanjut kebijakan MBG wajib dibahas di ruang-ruang terang yang dapat dipantau publik secara transparan serta akuntabel.

​Steril dari Nepotisme: Tak Ada Dapur MBG Milik Keluarga

​Isu panas mengenai pembagian proyek dapur umum dan vendor MBG dijawab tegas oleh Sudaryono. Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung media nasional, ia memastikan dirinya dan keluarganya steril dari bisnis program nasional ini.

​Sudaryono menegaskan bahwa ia maupun sanak saudaranya sama sekali tidak memiliki dapur MBG ataupun unit SPPG. Demi menjaga netralitas, ia bahkan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada keluarga dan kerabatnya karena tidak akan memberikan atensi khusus jika mereka mencoba membahas pekerjaan di luar mekanisme resmi.

​Lebih jauh, ia mengimbau masyarakat untuk bertindak aktif jika menemukan kecurangan. ​”Jika ada yang mencatut nama saya untuk meminta imbalan atau menawarkan jasa terkait MBG, langsung laporkan ke aparat berwajib!” serunya.

​Estafet Kilat Kepemimpinan BGN

​Penunjukan Sudaryono tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78P Tahun 2026. Pelantikan ini dilakukan setelah Kepala BGN sebelumnya, Nanik Sudaryati Deyang, resmi mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

0 Komentar