Proses pergantian kepemimpinan ini berlangsung sangat cepat. Rangkaian peristiwanya dimulai pada Selasa (21/7) malam ketika Mensesneg Prasetyo Hadi memberi sinyal penunjukan tersebut.
Persetujuan resmi baru dikonfirmasi oleh Seskab Teddy Indra Wijaya pada Rabu (22/7) pagi, hingga akhirnya pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan digelar langsung oleh Presiden Prabowo pada sore harinya.
Sudaryono sekaligus menepis kabar yang menyebut dirinya telah dipersiapkan sejak awal Juli, dan menegaskan bahwa proses tersebut murni pengisian estafet kilat demi menjamin program prioritas nasional tetap berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga:Tidak Ada Kompromi! Menkeu Purbaya Ancam Tutup Satuan Pelayanan Gizi Jika Berani Mainkan Anggaran MBGSengkarut Program MBG: Jual-Beli Titik SPPG Picu Pemborosan Rp1 Triliun Per Bulan, Manajemen Dirombak Total!
Tolak Hoaks, Ajak Publik Kawal Transparansi
Menutup keterangannya, Sudaryono menyadari tingginya daya tarik isu MBG di tengah masyarakat yang sangat rawan dipelintir menjadi berita viral yang menyesatkan.
Ia mengajak jurnalis dan masyarakat luas untuk terus mengawal kebenaran secara objektif, kritis, dan berbasis data faktual.
”Se-viral apa pun tidak masalah, asalkan yang diberitakan adalah kebenaran. Kalau ada pelanggaran, sampaikan faktanya. Jangan sampai ada hoaks dan fitnah,” pungkasnya sebelum menutup jumpa pers dan menggelar rapat konsolidasi perdana di Kantor BGN.(*)
