Anggaran Makan Bergizi Gratis Rawan Bocor? BGN Buka-bukaan di Depan Jaringan Muda Indonesia

Wakil-BGN-Sony-Sonjaya
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya saat menerima audiensi Jaringan Muda Indonesia JMI membahas anggaran program Makan Bergizi Gratis. Foto: Humas BGN

CIREBONINSIDER.COM — Taruhannya adalah masa depan generasi bangsa dan triliunan rupiah uang negara. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar politik Presiden Prabowo Subianto kini berada di bawah radar pengawasan ketat masyarakat sipil.

​Bukan tanpa alasan, potensi pembengkakan anggaran hingga celah penyalahgunaan oleh oknum di lapangan menjadi kekhawatiran terbesar yang kini mulai mengemuka ke permukaan.

​Merespons tensi pengawasan tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, membuka pintu dialog lebar-lebar saat menerima audiensi dari Jaringan Muda Indonesia (JMI) di Kantor BGN, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:Anggaran Makan Bergizi Gratis Digoyang Isu Pengadaan, Taruhan Transparansi BGN Kini Menular ke CirebonSinyal Kuat BGN: MBG Bisa Gerakkan Ekonomi Ciayumajakuning, Syaratnya Kampus Harus Turun Tangan

​Pertemuan ini bukan sekadar seremoni ketuk pintu, melainkan menjadi panggung konfrontasi gagasan terkait sengkarut validasi data dan tata kelola program MBG di daerah.

​Menepis Hantu Pembengkakan Anggaran

​Di hadapan para aktivis muda, BGN dipaksa mendengar kritik tajam. JMI secara blak-blakan menyuarakan kekhawatiran publik mengenai efisiensi anggaran program raksasa ini agar tidak berakhir sia-sia.

​”Kami tidak ingin BGN mengalami pembengkakan anggaran. Kami sangat menyayangkan apabila program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,” tegas salah satu perwakilan JMI di lokasi.

​Kritik ini menjadi cermin kondisi riil di lapangan. Berbagai uji coba (pilot project) yang sempat berjalan di sejumlah daerah memang kerap membentur dinding klasik: akurasi data penerima, kesiapan logistik lokal, hingga fluktuasi harga bahan pangan yang rawan memicu kebocoran dana.

​Menjawab rapor merah potensial itu, Sony Sonjaya memaparkan peta jalan (roadmap) kelembagaan BGN. Sejak resmi dibentuk pada 15 Agustus 2024, lembaga ini diklaim terus melakukan penguatan sistem secara bertahap demi memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

​“Program MBG dibangun secara bertahap dan saat ini kami terus melakukan validasi data serta penguatan sistem agar penyaluran manfaat dapat semakin tepat sasaran,” ujar Sony Sonjaya.

​Membongkar Sistem Internal dan Pemetaan Wilayah

​Selain urusan dompet negara, titik krusial yang disorot dalam audiensi tersebut adalah penentuan titik pelaksanaan program MBG yang sempat dinilai kurang transparan di tingkat akar rumput.

0 Komentar