Potret Nyata Ketimpangan Pendidikan Cirebon: Komisi IV DPRD Desak Intervensi Anggaran Darurat SDN 1 Rawaurip

DPRD-Kabupaten-Cirebon
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Muchyidin saat meninjau langsung kondisi sarpras dan bangunan kelas yang rusak di SDN 1 Rawaurip Kecamatan Pangenan. Foto: Istimewa/Doc DPRD Kab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM– Jargon peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Cirebon tampaknya masih harus membentur tembok realitas yang cukup keras. Fakta di lapangan menunjukkan, pemerataan kualitas pendidikan di wilayah ini masih terganjal oleh potret klasik: ketimpangan sarana dan prasarana (sarpras) yang mencolok antara wilayah perkotaan dan wilayah penyangga.

​Kondisi nyata inilah yang memicu Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon untuk turun langsung menggelar inspeksi mendadak ke SDN 1 Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan lapangan yang semula dijadwalkan sebagai fungsi pengawasan rutin, seketika berubah menjadi ajang menyerap jeritan sosiologis dari dunia pendidikan di sabuk pesisir Cirebon.

Baca Juga:Perisai Pesisir Cirebon: Menguji Urgensi Giant Sea Wall di Tengah Ancaman Rob dan Sektoral Garis PantaiPentas Seni Pelajar di CFN Indramayu: Hidupkan Budaya Pesisir, Geliatkan Ekonomi Pasar Mambo

​Menatap Ketimpangan Nyata di Ruang Kelas Pesisir

​Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchyidin, menegaskan bahwa proses belajar mengajar yang efektif dan berkualitas mustahil terwujud jika anak-anak didik masih harus belajar di bawah bayang-bayang fasilitas yang tidak layak.

​Menurut Muchyidin, selama ini diskursus publik terlalu didominasi oleh isu perubahan kurikulum dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Padahal, ada variabel krusial yang sering kali luput dari prioritas, yakni lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan memanusiakan siswa.

​”Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan itu adalah fondasi paling dasar. Kita tidak bisa menuntut siswa melahirkan prestasi gemilang atau menjadi lulusan unggul jika fasilitas dasarnya saja compang-camping. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak kita,” ujar Muchyidin tegas usai menginventarisasi kerusakan di SDN 1 Rawaurip.

​Kecamatan Pangenan, yang secara geografis berada di pesisir timur Cirebon, memang menghadapi tantangan lingkungan yang spesifik. Tingkat kelembapan tinggi dan ancaman dampak rob menjadi faktor eksternal yang mempercepat kerusakan bangunan sekolah.

Hasil verifikasi lapangan oleh Komisi IV membuktikan bahwa SDN 1 Rawaurip merupakan potret nyata dari sekian banyak satuan pendidikan dasar di pelosok Cirebon yang membutuhkan intervensi anggaran darurat dari pemerintah daerah.

​Potret Data Lapangan dan Komparasi Kebutuhan Riil

​Kondisi riil yang ditemukan di SDN 1 Rawaurip mencakup tiga aspek krusial yang saling berkaitan. Pertama, terkait Kondisi Bangunan Fisik, di mana ruang kelas ditemukan dalam kondisi rusak sedang hingga berat, atap yang rawan bocor saat musim hujan, serta fasilitas sanitasi siswa yang sangat minim.

0 Komentar