CIREBONINSIDER.COM— Wajah pengelolaan aset negara di bawah bendera Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dipastikan bakal berubah drastis. Sebuah langkah radikal kini tengah digodok matang di balik dinding kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta.
Dalam pertemuan khusus yang digelar pada Minggu (21/06/2026), Presiden Prabowo mematangkan cetak biru (blueprint) transformasi bisnis negara bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani.
Dua agenda besar langsung mencuat ke permukaan: pembersihan massal ratusan entitas BUMN yang dinilai membebani anggaran, serta diversifikasi investasi ke industri hiburan global dan sport tourism.
Baca Juga:Asing Serbu Global Bond Danantara, Mensesneg Ungkap 3 Jurus Pengunci Stabilitas EkonomiSikat PKS Nakal! Kementan Warning 139 Pabrik yang Mainkan Harga TBS Sawit di Masa Transisi Danantara
Pangkas Massal Seribuan Entitas BUMN: Efisiensi Total atau Darurat Anggaran?
Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan tajam dalam pertemuan tersebut adalah laju restrukturisasi perusahaan pelat merah. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pemerintah tidak lagi sekadar melakukan efisiensi biasa, melainkan perampingan agresif terhadap struktur BUMN yang selama ini dinilai terlalu gemuk dan birokratis.
Data lapangan menunjukkan bahwa dari total sekitar 1.077 entitas BUMN yang gurita bisnisnya menggeliat di berbagai sektor, pemerintah mengklaim telah mengeksekusi konsolidasi terhadap 258 entitas.
Namun, langkah tersebut barulah permulaan. Target besar berikutnya sudah membentang di depan mata, di mana pemerintah bersiap menyasar sekitar 300 entitas BUMN lagi dalam waktu dekat untuk segera dilebur atau dirampingkan.
“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” ujar Seskab Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.
Langkah berani ini mengindikasikan adanya komitmen kuat dari Kertanegara untuk menyetop kebocoran anggaran pada anak-cucu usaha BUMN yang tidak produktif.
Pengamat kebijakan publik menilai, pengurangan hingga ratusan entitas ini adalah upaya riil untuk menyehatkan postur keuangan negara agar modal yang tertanam bisa langsung kembali mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat bawah.
Pivot Danantara: Berburu Cuan Lewat Konser Musik Global dan Sport Tourism
Selain memotong lini bisnis yang tidak efisien, Danantara di bawah komando Rosan Roeslani didorong untuk lebih lincah memburu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
