CIREBONINSIDER.COM — Aroma menyengat dan pemandangan kumuh yang kerap mengganggu urat nadi perekonomian di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Minggu, Kecamatan Palimanan, akhirnya direspons agresif.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon melakukan aksi “pengurasan” besar-besaran secara taktis untuk mengurai kelebihan muatan (overload) limbah di pasar tradisional tersebut, Rabu (3/6/2026).
​Langkah nyata ini diambil bukan sekadar rutinitas formalitas. Intervensi langsung ke lapangan ini merupakan jawaban atas desakan kenyamanan publik, sekaligus upaya memulihkan higienitas lingkungan tempat perputaran roda ekonomi masyarakat Cirebon Barat.
Baca Juga:Menakar Potensi 'Bom Waktu' Sampah Makan Bergizi Gratis di Cirebon: DLH dan UMC Ambil Langkah TaktisDarurat Sampah Makanan, Pemkab Cirebon Intervensi Sekolah lewat Gerakan Stop Boros Pangan
​Mobilisasi Armada Masif di Titik Krusial
​Sejak pagi hari, DLH Kabupaten Cirebon telah memetakan titik penumpukan dan langsung menerjunkan tim logistik berat. Guna memastikan proses evakuasi berjalan cepat tanpa melumpuhkan aktivitas transaksi jual-beli, satu unit alat berat (eksavator) dikombinasikan dengan sembilan armada pengangkut sekaligus.
​Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, menegaskan bahwa penanganan di Pasar Minggu Palimanan membutuhkan akselerasi volume angkut yang besar agar tumpukan sampah menahun bisa terkikis habis dalam satu hari kerja.
​“Alhamdulillah, pada hari ini kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengadakan pengurasan di TPS Pasar Minggu. Kami mengerahkan tujuh armada dump truck, dua armada truk amrol, dan satu alat berat,” ungkap Dede Sudiono saat memantau langsung jalannya pembersihan di lokasi.
​Dede memaparkan bahwa pemulihan fungsi estetika dan kebersihan pasar adalah prioritas jangka pendek yang tidak bisa ditunda. “Mudah-mudahan dengan pengurasan ini, Pasar Minggu akan menjadi lebih nyaman, bersih, dan sehat untuk para pedagang maupun warga yang berbelanja,” tambahnya.
​Menggeser Paradigma: Mengubah Limbah Menjadi Berkah Maggot BSF
​Kendati demikian, DLH Kabupaten Cirebon menyadari betul bahwa sekadar memindahkan puluhan ton sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan lagi solusi tunggal yang bijak di tengah keterbatasan lahan penampungan regional saat ini.
​Melihat karakteristik sampah di Pasar Minggu Palimanan yang mayoritas didominasi sisa sayuran, buah-buahan, dan sisa pangan, DLH mulai mendorong pendekatan manajemen sirkular.
Sampah organik pasar tidak boleh berakhir menjadi polusi, melainkan harus diubah menjadi komoditas produktif, salah satunya sebagai pakan maggot Black Soldier Fly (BSF).
