​Dedi Mulyadi Minta Investor Jangan Diberati Listrik, PSEL Rp7,2 T Resmi Dibangun, Cirebon Berikutnya!

Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah, berpakaian putih) bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung (tengah, jaket krem) dan jajaran pejabat saat prosesi groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Rabu. Foto: Istimewa/Doc Pemprov Jabar

​CIREBONINSIDER.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menancapkan gas dalam perburuan kemandirian energi dan pengelolaan sampah modern. Peletakan batu pertama (groundbreaking) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung menjadi pertanda dimulainya proyek raksasa bernilai USD 400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.

​Langkah ini bukan sekadar urusan memusnahkan tumpukan sampah perkotaan, melainkan strategi kebudayaan baru dan jurus pamungkas Jawa Barat untuk memikat investor global.

​Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, hambatan terbesar masuknya modal asing dan domestik ke daerahnya saat ini bukan lagi soal pembebasan lahan atau rumitnya izin, melainkan mencekiknya biaya penyambungan jaringan listrik.

Baca Juga:Abad Kedua NU: Kiai Aziz Hakim Serukan ‘Jihad Baru’ Lawan Sampah dan Krisis Moral di Cirebon​Ancam Subsidi Sekolah! KDM Wajibkan Siswa SMA/SMK Nyapu Sampah demi Nilai IPA

​”Masalah terbesar investor hari ini bukan lagi tanah atau perizinan, tapi biaya penyambungan listrik. Banyak pabrik dan industri harus keluar modal sangat besar hanya untuk bangun gardu dan jaringan sendiri. Ke depan, Pemprov Jabar akan masuk ke sana bekerja sama dengan PLN agar beban investor berkurang,” ujar Dedi tegas di lokasi proyek, Rabu.

​Solusi Sampah Bandung Raya, Sinyal Hijau untuk Cirebon

​Fasilitas PSEL Legok Nangka diproyeksikan menjadi “mesin penyedot” utama yang mengolah hingga 2.000 ton sampah per hari dari kawasan aglomerasi Bandung Raya, Garut, hingga Sumedang. Dari olahan sampah tersebut, fasilitas ini mampu menghasilkan daya listrik bersih hingga 40,79 Megawatt (MW).

​Namun, ambisi menjadikan Jabar sebagai lumbung energi terbarukan tidak berhenti di kawasan Bandung Raya. Dedi Mulyadi secara terbuka membidik wilayah strategis berikutnya: Kawasan Cirebon Raya.

– ​Krisis Timbulan Sampah: Pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di koridor utara Jabar memicu ledakan volume sampah yang belum tertangani optimal di Cirebon dan sekitarnya.

– ​Lompatan Energi Bersih: Pemprov Jabar mendorong skema pembangunan PSEL serupa di wilayah Cirebon untuk memasok listrik industri sekaligus menuntaskan problem lingkungan secara permanen.

​Angka Kunci Proyek Legok Nangka: Dari Lapangan Kerja Hingga Bebas Dioksin

​Proyek kolaborasi joint venture antara swasta nasional dan investor Jepang ini menghadirkan spesifikasi teknis dan dampak ekonomi yang signifikan:

Baca Juga:​Kuningan Darurat 500 Ton Sampah, 6 Kampus Bersatu Sulap Limbah Plastik Jadi BBM Genset!Gempur Puluhan Ton Sampah Pasar Minggu Palimanan, DLH Cirebon Bidik Solusi Pakan Maggot BSF

– ​Suntikan Modal Jumbo: Proyek ini menyerap investasi fantastis sebesar USD 400 juta atau setara Rp7,2 triliun.

0 Komentar