Gempur Puluhan Ton Sampah Pasar Minggu Palimanan, DLH Cirebon Bidik Solusi Pakan Maggot BSF

Penanganan-Sampah-DLH-Kab-Cirebon
Petugas DLH Kabupaten Cirebon menggunakan alat berat eksavator untuk menguras tumpukan sampah di TPS Pasar Minggu Palimanan. Foto: Humas Pemkab Cirebon

​Menurut Dede, potensi sisa organik dari aktivitas pasar tradisional sangat melimpah dan memiliki nilai nutrisi tinggi untuk budidaya maggot. Pola ini dinilai mampu mereduksi volume sampah langsung dari sumbernya, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi komunitas lokal.

​“Saya lihat sampah pasar di Pasar Minggu ini banyak sekali sampah organiknya, sehingga dapat bermanfaat untuk menjadi bahan pakan maggot,” urai Kepala DLH secara visioner.

​Tantangan Konsistensi dan Edukasi di Lapangan

​Pantauan di lapangan menunjukkan, dengan dikerahkannya alat berat, tumpukan sampah yang tadinya menggunung kini mulai berangsur habis dievakuasi. Kendati demikian, tantangan sesungguhnya pasca-pengurasan ini adalah menjaga konsistensi kebersihan tersebut agar tidak kembali ke titik nol.

Baca Juga:Menakar Potensi 'Bom Waktu' Sampah Makan Bergizi Gratis di Cirebon: DLH dan UMC Ambil Langkah TaktisDarurat Sampah Makanan, Pemkab Cirebon Intervensi Sekolah lewat Gerakan Stop Boros Pangan

​Kondisi riil di berbagai pasar tradisional menunjukkan, tanpa adanya kesadaran pemilahan sampah oleh para pedagang serta ketepatan jadwal angkut harian, TPS pasar rentan kembali overload hanya dalam hitungan hari.

​Oleh karena itu, aksi nyata DLH Kabupaten Cirebon di Pasar Minggu Palimanan ini diharapkan menjadi momentum transisi fundamental. Bukan lagi sebatas proyek pembersihan temporal, melainkan awal dari tata kelola sampah yang lebih modern, tertata, dan berbasis keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Cirebon.(*)

0 Komentar