​Dilema APBD Indramayu 2027: PAD Terganjal Aturan, Tagihan Janji Politik Menumpuk

Banggar-DPRD-Indramayu
Rapat Banggar DPRD Indramayu membahas KUA-PPAS 2027 dan optimasi PAD bersama BUMD di Ruang Sidang Utama. Foto: Istimewa/Doc DPRD Kab Indramayu 

CIREBONINSIDER.COM — Peralihan aset ke Pemprov Jawa Barat kini resmi menekan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Indramayu. Meski ruang fiskal kian tercekik, Banggar DPRD Indramayu mewanti-wanti eksekutif agar tak menjadikan kendala ini sebagai alasan untuk menelantarkan program prioritas warga.

​Pesan tegas tersebut mengemuka dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 pada Selasa (28/7/2026). Realitas pahit dibeberkan di Ruang Sidang Utama: pertumbuhan PAD Indramayu memang naik, tapi jauh dari kata ideal.

​Aset Beralih, Pendapatan Tercekik

​Pj Sekretaris Daerah Indramayu membeberkan pemicunya. Pertumbuhan PAD terhambat lantaran sejumlah sumber pendapatan strategis beralih kewenangan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:​Pesan Menohok dari Pesisir Indramayu: Jika Mangrove Runtuh, Daratan Pantura Tinggal CeritaBukan Padamkan Api, Damkar Indramayu Pakai Selang Bertekanan Tinggi Selamatkan Sawah dari Kekeringan

​Salah satu pemicu terbesarnya adalah pengalihan status pengelolaan RSUD Patrol. Indramayu kehilangan potensi penerimaan besar dari sektor layanan kesehatan.

​”Peningkatan PAD memang ada, tetapi belum signifikan. Perlu upaya bersama agar potensi pendapatan daerah terus dioptimalkan,” tegas Wakil Ketua DPRD Indramayu, H. Amroni, S.IP.

​Legislatif merespons keras situasi ini. Anggota Banggar DPRD Indramayu, Ahmad Mujani Nur, S.H.I., menegaskan Pemda tak boleh pasrah. PAD 2027 wajib digenjot lewat terobosan baru, bukan sekadar meratapi aturan.

​Nasib Janji Politik dan Jeritan Warga

​Di tengah himpitan anggaran, Banggar menemukan celah kritis. Sejumlah program prioritas Bupati yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) masih mandek.

​Dampaknya langsung dirasakan masyarakat bawah. Berbagai persoalan krusial yang menagih penyelesaian di antaranya:

– ​Kompensasi Balongan: Kejelasan ganti rugi dan pembenahan infrastruktur akibat aktivitas Pertamina Balongan.

– ​Krisis Air Sawah: Ancaman kekeringan yang membayangi posisi Indramayu sebagai lumbung pangan nasional.

– ​Perlindungan Buruh: Kepastian penyaluran dan perlindungan tenaga kerja lokal.

Baca Juga:​Sengatan Baru Kuah Gomyang, Cara Indramayu dan IPB Sulap Bandeng Murah Jadi Kuliner Premium Kemasan​Lumbung Pangan Nasional Taruh Nasib, Lucky Hakim Bongkar Strategi Penyelamatan Petani Indramayu

– ​Opsi Pinjaman Daerah: Rencana penarikan utang daerah untuk menutup lubang pembiayaan.

​Banggar DPRD menegaskan, program RPJMD adalah hak rakyat yang tak boleh dikorbankan atas nama efisiensi.

​BUMD Jangan Cuma Setor Masalah

​Guna menutup celah anggaran, DPRD memanggil jajaran BUMD seperti PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI), Bank BJB, dan Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu.

0 Komentar