Darurat Sampah Makanan, Pemkab Cirebon Intervensi Sekolah lewat Gerakan Stop Boros Pangan

Sosialisasi-Gerakan-Selamatkan-Pangan
Siswa SMPN 1 Sumber menyimak sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan Setop Boros Pangan dari DKPP Kabupaten Cirebon. Foto: Humas Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM — Masalah sampah makanan (food waste) di Indonesia sudah berada di titik kritis. Catatan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengonfirmasi bahwa sisa makanan yang terbuang di tanah air mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun.

Angka fantastis ini tidak hanya memicu kerugian ekonomi skala besar, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan di tingkat daerah.

​Merespons ancaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon mengambil langkah taktis yang tidak biasa. Intervensi kebijakan kini resmi diarahkan ke lingkungan sekolah—zona hulu tempat karakter dan kebiasaan konsumsi generasi muda dibentuk sejak dini.

Baca Juga:Investasi Jabar 2025 Tembus Rp296 T, Komisi III DPRD Warning Ketimpangan Jalur Selatan dan UtaraSinergi Baznas-Pemkab Kuningan, Jaga Tren Penurunan Kemiskinan Lewat Ketahanan Pangan Komunal

​Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Pemkab Cirebon secara masif menggulirkan Gerakan Selamatkan Pangan melalui Stop Boros Pangan. Langkah perdana gerakan ini menyasar Aula SMPN 1 Sumber pada Selasa (26/5/2026), dengan fokus memutus rantai perilaku boros pangan di ekosistem pendidikan.

​Bukan Seremonial, Diperkuat Edaran Bupati

​Edukasi ke sekolah-sekolah ini bukan sekadar agenda musiman tanpa taji. Langkah DKPP didasarkan pada payung hukum yang kuat untuk memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan dan mengikat.

​Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, melalui Kepala Bidang Ketersediaan, Kerawanan dan Distribusi Pangan, Mochamad Muslih, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di ruang-ruang kelas merupakan bagian dari roadmap taktis jangka panjang.

​“Kehadiran pemerintah bersifat strategis dalam menindaklanjuti roadmap gerakan selamatkan pangan dan Surat Edaran Bupati Cirebon nomor 500.1.1/1/DKPP tentang Gerakan Selamatkan Pangan melalui Stop Boros Pangan,” ujar Muslih.

​Target akhirnya sangat jelas. Pemerintah daerah ingin membangun kolaborasi lintas sektor yang kuat. Sektor pendidikan diposisikan sebagai laboratorium percontohan (pilot project) untuk model pengelolaan pangan yang bijak, sebelum nantinya regulasi ini diterapkan lebih ketat pada sektor industri, perhotelan, dan rumah tangga di seluruh Kabupaten Cirebon.

Ubah Perilaku dari Piring Makan Siswa

​Pihak sekolah menyambut baik intervensi langsung dari pemerintah daerah ini. Kepala SMPN 1 Sumber, Asup Suparlan, mengakui bahwa realitas di lapangan menunjukkan kebiasaan menyisakan makanan masih sering dijumpai di kalangan pelajar saat jam istirahat.

0 Komentar