​Pesona Pasar 2,5 Juta Jiwa Cirebon Dilirik Investor, Menko AHY Sentil PR Infrastruktur Perbatasan

Menko-Bidang-Infrastruktur-dan-Pembangunan-Agus-Harimurti-Yudhoyono-AHY
​Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan sambutan pada podium Kunci Bersama Summit di Jakarta, dengan latar belakang spanduk bertuliskan \'KOLABORASI MEMBANGUN\' dan logo kawasan perbatasan. Foto: Istimewa /Doc Pemkab Cirebon 

CIREBONINSIDER.COM — Pasar raksasa berkekuatan 2,5 juta jiwa dan 40 kecamatan disorongkan Pemerintah Kabupaten Cirebon di hadapan investor nasional. Bertumpu pada posisi strategis jalur perbatasan, Cirebon menargetkan posisi sebagai hub pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bagian timur.

​Langkah agresif tersebut ditegaskan Bupati Cirebon Imron dalam ajang Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/7/2026). Forum kerja sama 10 kabupaten/kota lintas provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah itu difokuskan untuk mengikis sekat birokrasi dan membangun ekosistem investasi terpadu.

​”Kami menghendaki investor datang langsung melihat lapangan. Pasar kami besar, sumber daya siap, dan pemkab menjamin kemudahan fasilitasi dari hilir ke hulu,” tegas Imron di hadapan para kepala daerah dan pejabat kementerian.

Baca Juga:​Eksklusif di Kunci Bersama 2026, Cirebon Siap Bertransformasi Jadi Hub Logistik Utama Jabar-JatengBupati Kuningan Terpilih Jadi Ketua Setker Kunci Bersama Periode 2025-2030

​Anatomi Kekuatan: Mengapa Cirebon Menarik?

​Kabupaten Cirebon tidak sekadar menjual angka statistik di atas kertas. Dalam lanskap ekonomi koridor timur Jawa Barat, wilayah ini memegang sejumlah kartu truf:

– ​Demografi Emas: Populasi mencapai 2,5 juta jiwa yang berfungsi ganda sebagai basis tenaga kerja produktif sekaligus pasar konsumen langsung.

– ​Cakupan Wilayah Luas: Terdiri dari 412 desa dan 12 kelurahan yang siap ditransformasi untuk kawasan manufaktur, agrobisnis, hingga jasa logistik.

– ​Ekosistem Multi-Industri: Terbuka lebar dari hilirisasi perikanan, industri kreatif berbasis masyarakat, hingga pariwisata budaya unggulan.

​Imron menekankan, keterbukaan investasi bukan wacana pemanis jargon semata. Pemkab Cirebon berkomitmen memangkas hambatan perizinan agar modal yang masuk berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal.

​Sentilan Menko AHY: Tantangan Infrastruktur Perbatasan

​Di balik optimisme besar Cirebon dan kawasan Kunci Bersama, catatan kritis datang dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut daya saing investasi perbatasan Jabar-Jateng masih tersandera persoalan klasik.

​Menurut AHY, konektivitas antarwilayah dan penyediaan infrastruktur dasar di kawasan perbatasan kerap memicu bottleneck atau penyumbatan distribusi barang dan jasa.

Baca Juga:​Dobrak Keterisolasian Luwung Kencana: Kolaborasi TNI-Pemkab Cirebon Pacu Infrastruktur dan Ketahanan PanganDi Balik Gengsi Opini WTP, DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Infrastruktur dan 'Penyakit Langganan' Anggaran

​”Potensi industri, pariwisata, dan ekonomi Kunci Bersama ini luar biasa. Namun, jujur saja, kita masih dihadapkan pada keterbatasan aksesibilitas, konektivitas, dan infrastruktur dasar,” ujar AHY blak-blakan.

0 Komentar