Ia mengingatkan bahwa sinergi lintas batas tidak akan berjalan optimal jika pembangunan infrastruktur masih dilakukan secara parsial. Pemerintah pusat mendorong integrasi jaringan logistik di 8 daerah Jabar dan 2 daerah Jateng agar kawasan ini benar-benar tangguh dan kompetitif.
Tiga Jurus Dobrak Sinergi Lintas Batas
Agar komitmen investasi di Cirebon tidak sekadar menjadi obral janji di meja rapat, kawasan Kunci Bersama perlu merespons sentilan tersebut melalui tiga fokus aksi yang nyata:
Pertama, Pemerataan Integrasi Jalan dan Transportasi: Mempercepat arus barang dan logistik di batas wilayah Jabar–Jateng tanpa terhambat masalah beban tonase atau jalan rusak.
Baca Juga:Eksklusif di Kunci Bersama 2026, Cirebon Siap Bertransformasi Jadi Hub Logistik Utama Jabar-JatengBupati Kuningan Terpilih Jadi Ketua Setker Kunci Bersama Periode 2025-2030
Kedua, Penyederhanaan Regulasi Izin Lintas Daerah: Menghapus aturan tumpang tindih antar-kabupaten tetangga yang selama ini sering membuat investor enggan masuk.
Ketiga, Penyiapan Kawasan Industri Hijau Terpadu: Menyediakan lahan ramah lingkungan yang terkoneksi langsung ke simpul transportasi utama—seperti Pelabuhan Patimban dan Cirebon.
Ujian Realisasi di Lapangan
Langkah Cirebon memanfaatkan panggung Kunci Bersama Summit 2026 merupakan keputusan strategis untuk melambungkan daya tawar daerah. Namun, ujian sesungguhnya ada pada eksekusi di lapangan.
Mampukah jaminan kemudahan investasi dari Bupati Cirebon dan komitmen percepatan infrastruktur dari Menko AHY direalisasikan sebelum potensi pasar tersebut jenuh? Bagi dunia usaha, jawaban atas pertanyaan itulah yang kini ditunggu-tunggu.(*)
