Disutradarai Sujiwo Tejo, Pagelaran 'Peuting Munggaran' Sukses Besar tanpa Pakai APBD Jabar

Drama-Kolosal-Peuting-Munggaran
Pementasan drama kolosal Peuting Munggaran di halaman Gedung Sate Bandung yang dihadiri ribuan penonton. Foto: Humas Pemprov Jabar

CIREBONINSIDER.COM – Puncak peringatan Hari Tatar Sunda sukses menguras emosi ribuan penonton lewat pementasan drama kolosal bertajuk “Peuting Munggaran” di Gedung Sate, Bandung, Minggu malam (17/5/2026).

Selain bertabur bintang nasional, acara ini diklaim mencatatkan kesuksesan besar dari sisi kemandirian anggaran daerah.

​Disutradarai oleh budayawan Sujiwo Tejo—yang juga tampil apik memerankan tokoh Sunan Kalijaga—pagelaran selama 2,5 jam ini menjadi refleksi kritis tentang bagaimana nilai-nilai masa lalu seharusnya menuntun kebijakan masa depan.

Baca Juga:Revolusi Wajah Cirebon, KDM Restorasi 4 Keraton demi Hidupkan Kembali Marwah Tatar SundaMenggugat Lupa: Sejarah 669 Masehi di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tetapkan Hari Tatar Sunda

​Pertunjukan ini didukung barisan aktor watak dan musisi papan atas nasional. Teuku Rifnu Wikana tampil kuat sebagai tokoh sentral Prabu Siliwangi, sementara Coki Sitohang memerankan sosok Soekarno sekaligus membacakan Dasa Sila Bandung di akhir cerita.

Tak ketinggalan, Oni SOS membawakan karakter ikonik petani Marhaen, disusul penampilan Tri Utami & Hetty Koes Endang yang menggetarkan panggung lewat tembang Sunda klasik diiringi aransemen musisi MK9.

​Gebrakan Baru: Regulasi Teater Wajib Masuk Sekolah

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa napak tilas sejarah ini bukanlah romantisme buta, melainkan upaya mengembalikan atmosfer masa lalu sebagai kompas pembangunan.

Sebagai langkah konkret agar nilai moral ini tertanam pada generasi muda, Pemprov Jabar berencana memasukkan seni pertunjukan ke dalam kurikulum pendidikan.

​”Saya akan menghidupkan kembali teater di setiap sekolah agar anak-anak berlatih peran. Nanti saya buat surat edaran, setiap kenaikan kelas harus diisi dengan pagelaran teater,” tegas KDM.

​Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan rasa, karakter yang kuat, serta mencintai budayanya sendiri.

​Mandiri Anggaran: Dongkrak Dana Pihak Ketiga bjb Hingga Rp70 Miliar

​Di sisi lain, pelaksanaan seluruh rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung selama satu bulan penuh ini diklaim bersih dari penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga:Napak Tilas Mahkota Binokasih, Pesan Dedi Mulyadi Tentang Identitas dan Masa Depan CirebonDi Balik Estafet Mahkota Binokasih: Dedi Mulyadi "Sidak" Pohon dan Tebing di Jalur Sumedang-Ciamis

Pemprov Jabar sepenuhnya mengandalkan skema sinergi kemitraan dan sponsor tanpa membebani uang rakyat.

​Bahkan, KDM membeberkan bahwa gelaran budaya ini memberikan dampak finansial instan yang signifikan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

0 Komentar