Harga Pangan Melonjak? Ini 4 Langkah Darurat Pemkot Cirebon Tahan Inflasi 3,01 Persen

High-Level-Meeting-TPID-TP2DD-Ciayumajakuning
Suasana High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Ciayumajakuning 2026 di Cirebon untuk pengendalian inflasi daerah. Foto: Doc Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Angka 3,01 persen pada Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon Agustus 2026 bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Di balik persentase inflasi tahunan tersebut, ada tekanan riil yang langsung menghantam dompet warga: kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil gejolak terbesar hingga 1,54 persen.

​Komoditas utama seperti beras, daging ayam ras, hingga bensin menjadi pemicu utama kenaikan harga di pasar. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan pengendalian harga bukan lagi sebatas formalitas memenuhi target.

​”Bagi kami, pengendalian inflasi bukan sekadar mengejar angka atau memenuhi target administratif. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan mempertahankan kualitas hidupnya,” tegas Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Ciayumajakuning, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:​Lawan Stunting dan Inflasi, DKPP Cirebon Tebar Pangan Murah dan Protein Pesisir​Banting Harga di Kebon Pelok! Pemkot Cirebon Gempur Inflasi Lewat Pangan Murah Ke-21

​MOL PANGLING: Jurus Pemkot Potong Rantai Pasok

​Guna merespons lonjakan harga pangan, Pemkot Cirebon meluncurkan inovasi MOL PANGLING (Mobil Pangan Keliling). Armada ini rutin menyisir kawasan permukiman seperti Pasar Tumaritis, Karyamulya, untuk memangkas jarak distribusi dan menekan ketergantungan warga pada spekulasi harga pasar.

​Melalui program ini, warga bisa membeli beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam dengan harga terjangkau tanpa harus jauh-jauh ke pusat kota. Operasi armada ini berjalan bersisian dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI).

​”Intervensi seperti MOL PANGLING ini kami arahkan agar masyarakat tidak perlu selalu datang ke pusat perdagangan. Pemerintah hadir lebih dekat, terutama ketika ada komoditas yang harganya mengalami tekanan,” ujar Effendi Edo.

​Langkah ini melengkapi keberhasilan Cirebon menyabet penghargaan Terbaik Pertama Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa-Bali. Namun, Wali Kota mewanti-wanti agar jajarannya tidak berpuas diri menghadapi ketidakpastian harga akhir tahun.

​Ekosistem Ciayumajakuning: Saling Kunci Pasokan Pangan

​Kota Cirebon beroperasi sebagai pusat perdagangan dan logistik utama di wilayah Ciayumajakuning. Ketergantungan pasokan antar-kabupaten membuat kerentanan stok di satu daerah berdampak langsung pada daerah tetangga.

​”Ciayumajakuning ini satu ekosistem ekonomi. Kalau pasokan di satu daerah terganggu, dampaknya bisa dirasakan daerah lain. Karena itu, kerja sama antar daerah bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” ungkap Wali Kota.

0 Komentar