Pasar Sambut Menkeu Baru, Saham Bank Jumbo Langsung Meroket Usai Reshuffle Kabinet

Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa-dan-Kepala-BGN-Sudaryono
Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta dalam acara reshuffle kabinet. Foto: Doc BPMI Setpres RI

CIREBONINSIDER.COM — Sinyal politik dari Istana Negara langsung direspons positif oleh pasar keuangan. Mayoritas saham perbankan papan atas (big caps) kompak melaju di zona hijau pada perdagangan Senin (14/9/2026) sore.

​Gairah pasar ini memuncak tepat saat Presiden Prabowo Subianto menggelar pelantikan menteri baru di Istana Negara, Jakarta Pusat. Kepastian perombakan kabinet menjadi angin segar yang membakar pergerakan Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG), khususnya di sektor perbankan yang sangat sensitif terhadap arah kebijakan ekonomi negara.

​Sosok Suahasil Nazara Bawa Kepastian Arah Fiskal

​Sentimen utama pendorong aksi beli ini datang dari penunjukan pimpinan baru di Kementerian Keuangan. Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa disambut hangat oleh para pelaku pasar.

Baca Juga:Drama Panggilan Istana Potong Rapat DPD, Suahasil Nazara Resmi Gantikan Purbaya Jadi MenkeuSukses Tembus PIDI DIGDAYA 2026, Koperasi Digital Asal Jabar Ini Ubah Pekerja Migran Jadi Pemilik Saham Bisnis

​Suahasil bukan figur baru di Gedung Juanda. Pengalamannya yang panjang sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodo hingga berlanjut di pemerintahan Presiden Prabowo memberikan jaminan stabilitas.

​Pasar membaca penunjukan ini sebagai sinyal kuat bahwa kebijakan fiskal Indonesia akan tetap teruji, terukur, dan berkelanjutan. Kepastian kepemimpinan inilah yang memicu masuknya aliran modal dari investor domestik maupun asing.

​Rapor Hijau Saham-Saham Raksasa

​Aksi borong saham melanda hampir seluruh jajaran bank raksasa nasional:​BBRI (Bank Rakyat Indonesia) memimpin penguatan dengan melonjak 2,14% atau naik 70 poin ke level Rp3.340 per saham.

​BBTN (Bank Tabungan Negara) mengekor lewat kenaikan 1,70% atau naik 20 poin menuju level Rp1.195. BBTN menjadi satu-satunya bank jumbo yang masih konsisten mempertahankan return positif sepanjang tahun berjalan (YTD) sebesar 3,02%.

​BBCA (Bank Central Asia) terangkat 1,19% atau melesat 75 poin ke level Rp6.400 per saham, mencoba keluar dari tekanan koreksi tahunan.

​BMRI (Bank Mandiri) menguat 0,69% atau naik 30 poin ke posisi Rp4.390 per saham.

​BRIS (Bank Syariah Indonesia) merayap naik 0,29% atau bertambah 5 poin ke harga Rp1.725 per saham.

Baca Juga:​Taktik Baru Menkeu Purbaya, Sebar 'Intel' Internal Kawal APBN ke Sektor Riil​Investasi Rp3,8 Triliun APBN, Menkeu Purbaya Kunci Anggaran Sekolah Rakyat Prabowo

​Momentum Rebound Saat Harga Murah

​Kendati mengalami kenaikan serentak secara harian, mayoritas saham bank big caps ini sebenarnya masih terhitung murah jika dilihat dari pergerakan sepanjang tahun berjalan.

0 Komentar