CIREBONINSIDER.COM— Lapangan Kebon Pelok mendadak diserbu warga sejak pagi, Kamis (6/8/2026). Langkah Banting Harga lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) ke-21 kembali digelontorkan Pemerintah Kota Cirebon demi menggempur lonjakan harga bahan pokok di pasaran.
Langkah kolaboratif ini bukan sekadar operasi pasar biasa. Ini adalah manuver taktis Pemkot Cirebon bersama Bank Indonesia dan Perum Bulog untuk mengintervensi stabilitas pasokan, sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah secara nyata.
Intervensi Harga: Jawaban Konkret di Tengah Dinamika Pasar
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa kontinuitas GPM menjadi kunci utama agar daya beli masyarakat tidak tergerus.
Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSelat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026
Meninjau langsung lokasi bersama Sekda Iing Daiman, ia memastikan komoditas vital terdistribusi secara merata dengan harga jauh di bawah pasaran.
”Harapannya tentu kegiatan ini bisa terus berjalan sampai akhir tahun agar stabilitas harga pangan tetap terjaga dan masyarakat semakin terbantu,” tegas Effendi Edo di sela-sela peninjauan.
Potongan harga yang ditawarkan pun tak tanggung-tanggung. Komoditas bawang merah dan bawang putih dijual lebih murah hingga Rp4.000 per kilogram dibanding harga pasar.
Sementara itu, telur ayam ras yang di pasaran tembus Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram, di lokasi GPM dibanderol hanya Rp22.000 per kilogram.
Tak hanya itu, pasokan minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga daging segar juga dipangkas signifikan untuk mengamankan dompet warga.
Suara dari Lapangan: Senjata Ibu Rumah Tangga Atur Napas Dapur
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, selisih beberapa ribu rupiah adalah angka yang sangat berarti. GPM hadir menjadi ruang napas di tengah himpitan ekonomi harian.
Tati, warga Kota Cirebon, mengaku tak ingin melewatkan momen ini. Bagi ibu rumah tangga seperti dirinya, selisih harga telur saja sudah bisa dialokasikan untuk kebutuhan dapur lainnya.
Baca Juga:Gerakan Pangan Murah Kota Cirebon Jadi Benteng Pertahanan Krusial Lawan Inflasi dan Ancaman StuntingKendalikan Inflasi lewat Diplomasi Dagang, Pemkot Cirebon Subsidi Biaya Angkut Pangan Antardaerah
”Di sini telur Rp22 ribu, di pasar masih Rp25 ribu sampai Rp26 ribu. Selisihnya terasa sekali untuk kami mengatur pengeluaran rumah tangga,” ujar Tati.
Ia menaruh harapan besar agar Pemkot Cirebon tidak melambatkan tempo program ini:
”Kebutuhan pangan itu dasar. Tidak semua warga punya kemampuan ekonomi yang sama. Kami ingin acara seperti ini lebih sering ada.”
