Bukan Cuma Pajangan Aplikasi, Sekda Cirebon Tegaskan Smart City Wajib Jaga Ekonomi Warga

Sekda-Kota-Cirebon-Iing-Daiman
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman saat menerima kunjungan Studi Lapangan PKA Angkatan III BPSDM Jawa Barat di Gedung Setda Cirebon. Foto: Doc Pemkot Cirebon 

​CIREBONINSIDER.COM– Inovasi smart city sering kali terjebak pada formalitas peluncuran aplikasi. Niat awal mempermudah pelayanan justru berakhir menjadi pajangan digital yang tak menyentuh dapur masyarakat.

​Sentilan keras itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, di depan 40 pejabat peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III BPSDM Jawa Barat di Ruang Prabayaksa Gedung Setda Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

​Iing menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari seberapa banyak aplikasi yang diluncurkan. Tanpa fondasi data yang valid, keberadaan teknologi justru memicu pemborosan anggaran.

Baca Juga:Eksklusif! Wali Kota Cirebon Rombak 80 Pejabat, Iing Daiman Emban Misi Penyelamatan AnggaranPemkot Cirebon akan Relokasi PKL Sukalila ke PGC, Iing Daiman: Setahun Pertama Gratis

​”Visi yang baik dan terukur tidak akan terimplementasi secara optimal apabila tidak ditransformasikan ke dalam rumusan kebijakan yang presisi dan akuntabel. Di titik inilah urgensi tata kelola data menjadi penting. Validitas data adalah fondasi utama bagi terwujudnya kebijakan berbasis bukti,” ujar Iing.

​Memangkas Celah Pemborosan APBD

​Untuk membuktikan komitmen tersebut, Pemkot Cirebon mengintegrasikan tiga ekosistem digital utama di bawah komando Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS): Cirebon Satu Data, Cirebon Siaga 112, dan One Map Kota Cirebon.

​Sistem ini berfungsi sebagai kompas untuk memangkas pemborosan anggaran dan memastikan keadilan alokasi APBD di lapangan.

​”Ketiga sistem ini adalah kompas kami menuju pengambilan keputusan yang sepenuhnya berbasis data. Kami berupaya meminimalisasi tumpang tindih anggaran, memastikan setiap rupiah yang dialokasikan memiliki napas keadilan, dan memastikan tidak ada warga yang luput dari intervensi program pembangunan,” tegas Sekda.

​Digitalisasi UMKM untuk Benteng Ekonomi

​Pemanfaatan data presisi ini tak berhenti di ruang kerja pejabat. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP), Pemkot Cirebon menyalurkan integrasi data tersebut ke sektor riil untuk memperkuat posisi koperasi dan UMKM.

​Bagi Pemkot Cirebon, dorongan teknologi pada sektor ekonomi kreatif dan perdagangan tidak melulu mengejar gengsi persaingan pasar global.

​”Sentuhan teknologi pada sektor ini bukan sekadar untuk mengejar kemampuan bersaing di pasar global. Lebih esensial dari itu, teknologi adalah alat bantu untuk merawat ketahanan ekonomi warga kita,” tambah Iing.

0 Komentar