CIREBONINSIDER.COM – Dua belas tahun bukan waktu yang singkat untuk menanti kepastian. Di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jembatan Kali Perak yang menjadi urat nadi mobilitas warga terbiarkan berkarat dan lapuk sejak 2014.
Setiap musim panen, ironi itu berulang. Indramayu berdiri gagah sebagai lumbung pangan nasional, namun petani di Jatimunggul justru harus mengelus dada. Akses yang rusak parah membuat tengkulak leluasa memotong harga gabah.
Kini, isolasi ekonomi itu resmi dibongkar. Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah tegas merombak total struktur Jembatan Desa 1 Jatimunggul tersebut.
Baca Juga:Ubah Strategi, Cara Lucky Hakim Pagar Proyek Indramayu dari Jerat HukumIndramayu Perketat IPKD, Transparansi Anggaran Harus Berdampak Nyata
Menggunakan alokasi APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026, pengerjaan fisik ditargetkan tuntas penuh dalam 90 hari kalender, terhitung sejak 14 Juli hingga 11 Oktober 2026.
Tekan Jerat Harga Gabah di Sawah Tadah Hujan
Rehabilitasi jembatan ini bukan sekadar urusan menumpuk semen dan besi, melainkan menyasar akar masalah ekonomi warga lokal. Sebagian besar lahan di wilayah Terisi merupakan sawah tadah hujan yang hanya mampu panen sekali dalam setahun saat musim kemarau.
Kondisi jalan yang keropos menciptakan tiga masalah krusial sekaligus. Pertama, truk pengangkut hasil panen tidak berani melintas, memaksa warga mengandalkan jalur darurat yang berisiko.
Kedua, biaya angkut membengkak karena proses evakuasi gabah memakan waktu lebih lama. Ketiga, imbas dari kerumitan logistik tersebut, harga jual gabah petani jatuh jauh di bawah standar pasar.
”Jembatannya sudah keropos dari 2014 dan baru sekarang dibetulkan. Selama dibangun, warga harus lewat jalan darurat dulu,” ungkap Kuwu Desa Jatimunggul, Ro’up.
Rakim, warga Blok Weringin, mengamini kondisi memprihatinkan tersebut. Menurutnya, ketimpangan harga gabah antara daerah terisolasi dan wilayah berakses lancar telah lama menggerus kesejahteraan para petani dan pekebun lokal.
Sinyal Akselerasi Infrastruktur Pemkab Indramayu
Meninjau langsung progres di lapangan pada Senin (7/9/2026), Bupati Indramayu Lucky Hakim didampingi Camat Terisi Boy Billy Prima menegaskan bahwa intervensi infrastruktur ke wilayah sentra pertanian merupakan prioritas utama yang tak bisa ditawar.
Baca Juga:Loloskan 317 Anak Desa ke Kampus, Indramayu Resmi Kunci Perbup 1 Desa 1 SarjanaEra AI dan Tuntutan Karakter, Saatnya Guru Indramayu Dapat Kepastian Rasa Aman dan Kesejahteraan
”Alhamdulillah, ini kewajiban kita membangun jembatan ini. Semoga menjadi kemanfaatan nyata untuk masyarakat,” tegas Lucky di hadapan warga Terisi.
