CIREBONINSIDER.COM— Pemandangan unik mewarnai peresmian gedung SD SAI Islamic Full Day School di Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Duo Imron—Bupati Cirebon H. Imron dan Pembina Yayasan Sa’diyah Imron Cirebon (YASIC) “Mama Haji” Imron Rosadi—bertemu meretas solusi atas krisis pendidikan agama anak usia sekolah.
Sekolah anyar ini lahir dari fenomena riil di lapangan. Banyak anak SD terpaksa absen dari Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) karena bentrok jadwal sekolah umum serta faktor kelelahan. Menjawab persoalan ini, YASIC mengambil langkah cerdas. Mereka melebur kurikulum mengaji ala madrasah langsung ke dalam sistem full day school.
Formula Tiga Kitab
Bupati Cirebon Imron menegaskan bahwa lembaga pendidikan Islam modern tidak boleh gagap zaman. Menurutnya, pendidikan karakter masa kini menuntut keseimbangan utuh antara ilmu agama, pengetahuan umum, dan kebudayaan.
Baca Juga:Rob Jadi Tantangan Nyata Ekosistem Pendidikan di Losari CirebonIndramayu Menuju Etalase Pendidikan Nasional: Inovasi ‘Deep Learning’ dan Deretan Jawara di Hardiknas 2026
Di hadapan para peserta Workshop Manajemen Madrasah Diniyah, Imron memaparkan filosofi “Tiga Kitab” yang menjadi pilar pembentukan karakter siswa:
Pertama, Kitab Kuning (Kutub at-Turots), yaitu pendalaman studi keislaman sebagai fondasi moral dan spiritualitas.
Kedua, Kitab Putih, yaitu penguasaan sains, matematika, dan teknologi modern untuk menjawab tantangan zaman.
Ketiga, Kitab Abu-Abu, yaitu apresiasi terhadap seni, tradisi, dan budaya lokal agar anak tidak mencabut diri dari akar sejarahnya.
”Ilmu agamanya kuat, sains ngerti, tradisi dihargai. Kombinasi ini yang mencetak pribadi hebat,” ujar Imron usai menandatangani prasasti peresmian gedung.
Solusi bagi Orang Tua
Pembina YASIC, Mama Haji Imron Rosadi, mengungkapkan bahwa model pembelajaran ini menjadi jawaban atas kekhawatiran para orang tua murid. Melalui SD SAI, anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan umum sekaligus bimbingan mengaji yang intensif.
Langkah ini memperkuat ekosistem pendidikan YASIC di Ciwaringin, yang sebelumnya telah menaungi TK, TPQ, dan Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Baca Juga:Lampu Merah dari MK, Anggaran Makan Bergizi Gratis Resmi "Diusir" dari Pos Pendidikan 20 Persen!Potret Nyata Ketimpangan Pendidikan Cirebon: Komisi IV DPRD Desak Intervensi Anggaran Darurat SDN 1 Rawaurip
Pohon Pule dan Harapan Baru
Prosesi peresmian ditutup dengan penanaman pohon Pule di halaman sekolah oleh Bupati Cirebon bersama pengurus yayasan. Pohon Pule dikenal sebagai tanaman yang rindang, kokoh, dan kaya manfaat medis—sebuah simbol ramah lingkungan sekaligus harapan agar SD SAI mampu memberikan pengayoman dan kemanfaatan luas bagi masyarakat Cirebon.
