CIREBONINSIDER.COM — Krisis pembentukan karakter mengancam masa depan generasi muda di Kabupaten Cirebon. Data Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) membocorkan angka yang mengkhawatirkan: hanya 45 persen siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah ini yang mengenyam pendidikan agama di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).
Artinya, mayoritas anak usia dasar absen dari benteng moral keagamaan di luar jam sekolah formal.
Akar masalahnya menancap pada tata kelola. Mayoritas MDT masih berjalan dengan sistem tradisional, minim inovasi, serta kedodoran dalam manajemen. Kondisi ini membuat banyak orang tua enggan mendaftarkan anaknya.
Baca Juga:Lawan Stagnasi, Lakpesdam NU Cirebon Luncurkan Madrasah Organisasi untuk Arsitek Abad KeduaDPR Beri Deadline Kemenag 2 Minggu: Tuntaskan Status PPPK 630 Ribu Guru Madrasah!
Merespons potensi krisis moral tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Cirebon langsung pasang badan. Berkolaborasi dengan Yayasan Sa’diyah Imron, LAZISNU menggelar Workshop Manajemen MDT di SD SAI Islamic Full Day School, Ciwaringin.Langkah ini dirancang sebagai resep darurat untuk merombak total pola tata kelola madrasah informal di daerah.
”Tantangan MDT hari ini makin kompleks dan bermuara pada masalah manajerial. Kuncinya ada pada pembenahan tata kelola,” tegas Ketua LAZISNU Kabupaten Cirebon sekaligus Ketua Panitia, Ade Faizal Alami.
Suntikan Strategi dari 3 Tokoh Kunci
Pelatihan strategis ini menyedot perhatian 120 pimpinan dan pengelola yang mewakili 89 MDT se-Kabupaten Cirebon. Agenda dibuka langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozie.
Guna mempercepat pembenahan, peserta dibekali Buku Penyelenggaraan Manajemen MDT dari pembina yayasan fasilitator, H. Imron Rosadi. Tiga narasumber berkompeten juga diturunkan untuk membongkar masalah dari akarnya.
Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Cirebon, Ahmad Kholiq, menajamkan pembahasan dari sisi regulasi serta standarisasi tata kelola lembaga. Dari sudut pandang lapangan, Ketua FKDT Kabupaten Cirebon, Fakhruroji, menguliti pemetaan masalah riil dan pentingnya jaringan antar-MDT.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Cirebon, Mushofa Jazuli, menyuplai formulasi kurikulum adaptif agar proses belajar mengajar tetap relevan dengan zaman.
Rebut Kembali Kepercayaan Orang Tua
Kementerian Agama menegaskan bahwa perbaikan akuntabilitas adalah harga mati. Tanpa manajemen yang transparan dan profesional, MDT akan terus dipandang sebelah mata sebagai lembaga pelengkap belaka.
