​Potong Antrean Panjang, RSUD Arjawinangun Mengerahkan 3 Dokter Spesialis Langsung ke Puskesmas

RSUD-Arjawinangun
Perwakilan RSUD Arjawinangun Cirebon sedang memberikan sosialisasi kepada warga dan staf puskesmas di wilayah barat Kabupaten Cirebon mengenai program pengerahan dokter spesialis. Foto: Istimewa/Tangkapan layar Instagram 

​CIREBONINSIDER.COM — Akses pelayanan medis di wilayah barat Kabupaten Cirebon kini semakin dekat dan efisien. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun mengambil langkah proaktif dengan mengirimkan tim dokter spesialis langsung ke jaringan puskesmas mitra secara berkala.

​Kebijakan jemput bola ini berfokus pada tiga cabang medis vital yang paling tinggi tingkat kebutuhannya di masyarakat: spesialis anak, spesialis kandungan (obstetri dan ginekologi), serta spesialis penyakit dalam.

​”Kami turunkan tiga dokter spesialis secara terjadwal. Tujuannya satu: mendekatkan pelayanan sekaligus menyelesaikan persoalan medis di tingkat bawah,” tegas Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengendalian Mutu RSUD Arjawinangun, Sartono.

Baca Juga:Bukan Panggung Sandiwara! Bupati Lucky Hakim Beri Warning Keras di Akreditasi RSUD IndramayuResmi Dialihkan ke Jabar, RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Bakal Disulap KDM Jadi Pusat Rujukan 3 Kabupaten

​Menjawab Kebutuhan Medis Krusial di Tingkat Dasar

​Penunjukan tiga disiplin medis ini didasarkan pada pemetaan klinis lapangan. Di tingkat puskesmas, kasus penyakit dalam, pemantauan kesehatan ibu hamil, dan perawatan anak tercatat mendominasi rujukan harian dari kecamatan-kecamatan di wilayah barat Cirebon, seperti Arjawinangun, Gegesik, Ciwaringin, hingga Palimanan.

​Kehadiran spesialis penyakit dalam bertujuan menangani komplikasi kronis seperti diabetes dan hipertensi sejak awal. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan organ yang lebih parah sebelum pasien harus dirawat inap.

​Sementara itu, penempatan spesialis kandungan difokuskan untuk mendeteksi kehamilan berisiko tinggi secara presisi. Langkah ini menjadi strategi konkret dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah pedesaan.

​Di sisi lain, spesialis anak bertugas mengawal tumbuh kembang balita sekaligus mempercepat penanganan gizi dan penyakit infeksi. Sartono memastikan bahwa jenis layanan spesialisasi ini akan terus dievaluasi dan dapat ditambah sesuai perkembangan kebutuhan warga.

​Suara Penerima Manfaat: Efisiensi Biaya dan Waktu

​Manfaat hadirnya dokter spesialis di puskesmas dirasakan langsung oleh warga sekitar. Selain memotong birokrasi rujukan, skema ini meringankan beban finansial pasien yang sebelumnya harus meluangkan ongkos dan waktu seharian untuk berobat ke rumah sakit.

​”Biasanya kalau mau periksa kandungan ke rumah sakit harus berangkat dari pagi sekali dan mengantre panjang. Sekarang ada dokter spesialis langsung di puskesmas dekat rumah, prosesnya cepat dan tidak perlu bayar ongkos jalan jauh,” ujar Nani (32), salah satu warga penerima manfaat di wilayah barat Cirebon.

0 Komentar