Bukan Panggung Sandiwara! Bupati Lucky Hakim Beri Warning Keras di Akreditasi RSUD Indramayu

Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim saat membuka survei akreditasi luring RSUD Indramayu oleh tim surveior LARSI di Aula Kidang Kencana. Bupati Ingatkan RSUD Indramayu: Utamakan Mutu dan Keselamatan Pasien.Foto: Istimewa/Doc Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Wajah pelayanan kesehatan publik di Kabupaten Indramayu kini tengah berada di bawah radar pengujian yang sangat ketat. Langkah krusial ini menjadi ujian nyata bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dalam mereformasi total sistem kesehatan di wilayahnya.

​Sejak Senin hingga Kamis (22–25 Juni 2026), Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) menerjunkan tim khusus untuk membedah total kesiapan rumah sakit plat merah tersebut. Proses evaluasi ini dilakukan melalui dua tahapan krusial untuk memastikan tidak ada celah kelalaian.

​Pertama, pada 22 Juni 2026, tim penilai menguliti seluruh dokumen, regulasi, dan tata kelola administrasi secara daring. Tak berhenti di situ, pembuktian riil di lapangan langsung digeber selama dua hari penuh secara luring pada 24–25 Juni 2026 yang dipusatkan di Aula Kidang Kencana 3 RSUD Indramayu.

Baca Juga:RSUD Indramayu Resmi Operasikan Cath Lab, Pasien Jantung Kini Tak Perlu Dirujuk ke Luar KotaRevolusi Pelayanan, RSUD Indramayu Adopsi Standar 'Service Excellent' Perbankan untuk Manjakan Pasien

​Di tahap luring inilah, aspek vital seperti keselamatan pasien, keandalan fasilitas medis, simulasi kedaruratan, hingga mutu klinis dokter dan perawat diuji secara langsung tanpa rekayasa.

​Warning Keras Bupati: Rumah Sakit Adalah Wajah Daerah

​Saat membuka langsung survei luring tersebut pada Rabu (24/06/2026), Bupati Indramayu Lucky Hakim langsung memberikan warning keras kepada seluruh jajaran manajemen rumah sakit. Ia menegaskan, agenda besar ini tidak boleh terjebak menjadi sekadar ritual kosmetik atau formalitas tahunan demi mengejar selembar sertifikat kelulusan semata.

​”Rumah sakit daerah adalah wajah pelayanan publik di bidang kesehatan. Keberhasilan RSUD Indramayu membangun budaya mutu akan mencerminkan bagaimana komitmen nyata pemerintah daerah kepada masyarakat,” tegas Lucky Hakim dengan nada lugas.

​Sebagai pemilik regulasi, Lucky menambahkan bahwa pemda memikul tanggung jawab moral yang berat. Masyarakat Indramayu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan sepenuhnya berorientasi pada keselamatan pasien.

​Oleh karena itu, ia meminta seluruh masukan, koreksi, dan rekomendasi yang diberikan oleh tim surveior LARSI—yang dipimpin oleh drg. Denny Hardianto—harus dipandang sebagai batu loncatan untuk perbaikan pelayanan yang berkelanjutan.

​Stop Budaya ‘Mendadak Prima’ Saat Dinilai

​Isu klasik yang kerap memicu sinisme publik terhadap rumah sakit daerah adalah fenomena “mendadak prima dan ramah” hanya saat ada penilaian dari pusat.

0 Komentar