Resmi Dialihkan ke Jabar, RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Bakal Disulap KDM Jadi Pusat Rujukan 3 Kabupaten

Gubernur-Dedi-Mulyadi
Dedi Mulyadi (KDM) dengan pakaian adat Sunda putih dan Lucky Hakim berseragam dinas cokelat duduk bersama dalam pertemuan resmi di depan partisi panel dinding biru bercorak etnik, membahas alih status RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol ke Pemprov Jabar. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Peta geopolitik pelayanan kesehatan di wilayah pesisir utara Jawa Barat resmi mengalami perombakan besar. Guna menyuntik mati stagnasi operasional yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah berani dengan menyerahkan sepenuhnya tata kelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pantura M.A. Sentot Patrol kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

​Langkah taktis ini menjadi tonggak sejarah baru pelayanan publik di pesisir utara. Sebuah foto pertemuan resmi (lihat di atas) memperlihatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Bupati Indramayu Lucky Hakim duduk bersama, menandai komitmen bersama tersebut.

​Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Indramayu Ahmad Syadali, Plt. Kepala Bapperida Indramayu H. Suwenda, serta Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Dra. Hj. Nurhayati.

Baca Juga:Sinyal Darurat RSUD M.A. Sentot Patrol: Di Balik Hibah Aset ke Pemprov Jabar dan Merosotnya Kunjungan PasienRSUD Indramayu Resmi Operasikan Cath Lab, Pasien Jantung Kini Tak Perlu Dirujuk ke Luar Kota

​Solusi Finansial: Memecah Stagnasi Medis di Jalur Transnasional

​Keputusan melepas aset faskes ini bukan tanpa alasan kuat. Selama ini, RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol yang berdiri tegak di koridor ekonomi transnasional Pantura kerap kedodoran dalam memaksimalkan performa medis akibat keterbatasan ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat kabupaten.

​Bupati Indramayu, Lucky Hakim, secara blak-blakan mengakui adanya hambatan operasional tersebut. Menurutnya, untuk melompat menjadi faskes dengan standardisasi teknologi modern dan kelengkapan dokter spesialis, diperlukan sokongan dana masif yang tidak mungkin ditanggung sendirian oleh kas daerah Indramayu tanpa mengorbankan sektor vital lainnya.

​”Rumah sakit kabupaten yang memang ada stagnasi di situ, pelayanannya selama ini kurang optimal karena keterbatasan yang kita miliki di daerah. Tetapi alhamdulillah, hari ini resmi kami serahkan kepada provinsi, langsung di bawah komando Pak Gubernur. Kami memohon agar ke depan, faskes ini dibangun menjadi pusat pelayanan rujukan utama untuk Jawa Barat,” ujar Lucky Hakim.

​Rencana Besar KDM: Transformasi Pusat Rujukan Indramayu, Subang, dan Majalengka

​Gayung bersambut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi—yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM)—menyambut estafet pengelolaan ini dengan komitmen penuh.

KDM menegaskan bahwa status baru sebagai rumah sakit milik provinsi akan langsung diikuti oleh akselerasi peningkatan kelas fasilitas, peremajaan alat medis, serta pemenuhan pos dokter spesialis yang komprehensif.

0 Komentar