Penguatan layanan di tingkat bawah ini turut didukung oleh jajaran pemerintah daerah untuk menjamin pemerataan kualitas kesehatan masyarakat.
”Program kolaborasi ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan warga di pelosok desa mendapatkan kualitas pelayanan medis yang sama baiknya dengan pasien di rumah sakit,” ungkap perwakilan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Jalur Rujukan Cepat Tanpa Birokrasi Berbelit
Program penjangkauan ini dirancang terintegrasi dengan penanganan darurat di rumah sakit. RSUD Arjawinangun menyiagakan armada ambulans darurat serta skema rujukan cepat (fast-track) bagi pasien puskesmas yang membutuhkan tindakan lanjutan.
Baca Juga:Bukan Panggung Sandiwara! Bupati Lucky Hakim Beri Warning Keras di Akreditasi RSUD IndramayuResmi Dialihkan ke Jabar, RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Bakal Disulap KDM Jadi Pusat Rujukan 3 Kabupaten
Pasien berisiko tinggi yang ditemukan di puskesmas akan langsung mendapatkan prioritas kamar rawat atau jadwal tindakan medis di RSUD Arjawinangun. Sistem terpadu ini berhasil memangkas waktu tunggu, menghemat biaya transportasi warga, dan mengurai penumpukan antrean pasien di poliklinik rawat jalan rumah sakit.(*)
