​Sinyal Bahaya Fiskal Pilkada Cirebon, Wali Kota Warning Dana Cadangan, Bawaslu Geber Pengawasan Non Tahapan

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo dan Ketua Bawaslu Kota Cirebon Devi Siti Sihatul Afiah dalam tasyakuran HUT Bawaslu dan persiapan anggaran Pilkada. Foto Istimewa Doc Pemkot Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM — Peringatan HUT ke-8 Bawaslu Kota Cirebon menjadi momentum krusial bagi peta politik lokal. Di balik pemotongan tumpeng dan tasyakuran kemerdekaan, ada peringatan penting yang ditiupkan Pemerintah Kota Cirebon: ancaman celah anggaran Pilkada mendatang.

​Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan pentingnya persiapan fiskal daerah jauh sebelum tahapan pesta demokrasi dimulai.

​”Dana cadangan masih belum dibahas. Harus sudah mulai tahun depan,” ujar Edo di Kantor Bawaslu Kota Cirebon.

Baca Juga:Investasi Demokrasi: Curi Start sejak 2026, Bawaslu Kota Cirebon Gembleng Gen Z Jadi 'Benteng' Pemilu 2029Jaga Marwah Demokrasi 2029, Bawaslu Kabupaten Cirebon Gandeng PMII ‘Kepung’ Politik Uang

​Langkah cepat ini menjadi krusial mengingat lonjakan belanja pegawai dan beban operasi daerah yang terus merangkak naik setiap tahun.

​Proyeksi Beban Fiskal Demokrasi

​KPU dan Bawaslu Kota Cirebon telah menyerahkan draf usulan anggaran. Namun, Pemkot Cirebon harus menyaring angka tersebut secara realistis demi menjaga stabilitas APBD.

– ​KPU Kota Cirebon: Berkas usulan anggaran resmi telah masuk dan kini menanti penyesuaian pos honorarium serta logistik.

– ​Bawaslu Kota Cirebon: Tahap pengkajian internal sedang berjalan untuk mengantisipasi eskalasi biaya pengawasan lapangan.

– ​Pemkot Cirebon: Evaluasi kemampuan fiskal terus dilakukan sebagai dasar pembentukan Raperda Dana Cadangan Pilkada.

​”Pastinya setiap tahun ada kenaikan, baik belanja pegawai maupun yang lainnya. Itu menjadi tanggung jawab daerah,” Kata Effendi Edo, Wali Kota Cirebon.

​Mengunci Celah di Luar Tahapan

​Bawaslu menegaskan peran lembaga tak boleh mati suri usai rekapitulasi suara selesai. Fokus pengawasan kini bergeser pada pemeliharaan ekosistem politik yang sehat.

Baca Juga:Targetkan Pemilih Pemula, Program 'Bawaslu Mengajar' Siap Masuk Ruang Kelas SMK di CirebonInvestasi Demokrasi 2029, Bawaslu Cirebon Cetak Pengawas Militan dan Masuk ke Ruang Kelas

– ​Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB): Menyisir pemilih pemula dan migrasi penduduk agar tak ada hak pilih yang hilang.

– ​Verifikasi Parpol Berkelanjutan: Memastikan keabsahan keanggotaan partai secara aktual di lapangan.

– ​Benteng Edukasi Pemilih: Mengikis potensi politik uang lewat keterlibatan warga secara langsung.

​Ketua Bawaslu Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Afiah, menyebut masa non-tahapan justru menjadi waktu terbaik untuk memperkuat fondasi kelembagaan.

​Invasi Literasi: Menjangkau Gen Z dan Perguruan Tinggi

​Edukasi politik di Cirebon kini tak lagi bergaya konvensional. Bawaslu menyasar kelompok pemilih pemula yang mendominasi porsi suara.

​Rekam Jejak Edukasi Politik Cirebon:- ​Jangkauan Sekolah: Menjangkau lebih dari 66 SMA/SMK sederajat.- ​Partisipasi Siswa: Melibatkan 500 pelajar sebagai pengawas partisipatif pemula.- ​Elemen Masyarakat: Mengedukasi 500 warga dari pelbagai sektor komunitas.

0 Komentar