CIREBONINSIDER.COM – Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Kepresidenan Jakarta baru saja usai, Senin (17/8/2026). Namun, riuk gembira di jantung pemerintahan itu justru baru dimulai.
Halaman tengah Istana mendadak berubah menjadi arena pesta kuliner nusantara. Pemerintah menggelar Jamuan Rakyat, merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat umum.
Bukan katering mewah berkelas VIP yang mendominasi panggung. Istana secara khusus merangkul gerobak dan etalase pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari sekitar kawasan Jakarta.
Baca Juga:Jelang Muktamar Ke-35 NU Jombang, Cirebon Dorong Putra Daerah Jadi Rois AmResmi Dilantik, Fatayat NU Kabupaten Cirebon Teguhkan Kepemimpinan Perempuan dan Siap Hadapi Tantangan Digital
Langkah ini sukses mencairkan kaku dan ketatnya protokol kenegaraan. Pejabat, tamu undangan, dan warga melebur tanpa jarak di antara aroma hidangan yang menggugah selera.
Suntikan Cuan dan Kebanggaan di Meja Istana
Bagi para pedagang kecil, undangan masuk ke dalam lingkungan Istana bukan sekadar urusan jualan. Ini adalah panggung kehormatan sekaligus ajang pembuktian kualitas kuliner lokal.
Dyah, pemilik usaha Ayam Ancuur Juanda, tak mampu menyembunyikan binar bahagianya. Lapaknya mendapat pesanan raksasa yang langsung ludes diserbu pengunjung.
”Alhamdulillah, kita dapat pesanan 1.100 porsi. Sebanyak 700 porsi disajikan pagi hari, dan 400 porsi sisanya untuk sore saat penurunan bendera,” ungkap Dyah penuh syukur.
Ia menaruh harapan besar agar tradisi merangkul pedagang kecil ini terus dirawat pada setiap hajatan besar kenegaraan.
Kebahagiaan senada dipancarkan Cak Sikin. Ia memboyong cita rasa khas Soto Ayam Ambengan langsung ke pelataran Istana. Senyumnya mengembang sepanjang acara melayani antrean warga.
”Sangat senang sekali, bisa berkumpul sesama pedagang. Ramai dan meriah. Mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk kita semua,” tutur Cak Sikin.
Baca Juga:Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman BudayaSisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi Mulyadi
Ruang Perjumpaan Hangat tanpa Sekat
Bagi masyarakat yang hadir, Jamuan Rakyat menjadi amunisi penutup yang sempurna usai berdiri khidmat mengikuti jalannya upacara kenegaraan.
Arham, salah satu warga yang hadir, tampak antusias menjelajahi deretan lapak makanan. Bagi Arham, sajian ini jadi momen pas untuk mengisi kembali energi yang terkuras.
”Selesai upacara langsung keliling cari yang enak. Perlu asupan bagus setelah berdiri lama,” ujarnya tertawa renyah.
Peringatan HUT ke-81 RI hari ini membuktikan satu hal: kemerdekaan terasa paling nyata saat perut kenyang, hati gembira, dan roda ekonomi rakyat kecil ikut berputar. Istana hari ini bukan sekadar pusat kekuasaan, melainkan rumah bersama yang hangat bagi seluruh rakyat.(*)
