CIREBONINSIDER.COM – Genderang perang terhadap praktik politik uang mulai ditabuh dari sudut Kabupaten Cirebon.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cirebon secara resmi menggandeng Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon untuk memperkuat barisan pengawasan partisipatif menuju Pemilu dan Pilkada 2029 yang bermartabat.
Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Cirebon, Rabu (13/05/2026).
Baca Juga:Targetkan Pemilih Pemula, Program 'Bawaslu Mengajar' Siap Masuk Ruang Kelas SMK di CirebonInvestasi Demokrasi 2029, Bawaslu Cirebon Cetak Pengawas Militan dan Masuk ke Ruang Kelas
Langkah ini dipandang sebagai manuver taktis untuk melibatkan energi idealisme mahasiswa dalam menjaga kedaulatan suara rakyat dari ancaman pragmatisme politik.
Lawan ‘Monster’ Politik Uang
Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Sadaruddin Parapat, menegaskan bahwa tantangan demokrasi ke depan tidak lagi sederhana.
Ia menyoroti fenomena money politics yang masih menjadi “monster” menakutkan dalam setiap kontestasi politik di tingkat lokal maupun nasional.
“Demokrasi bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tapi butuh keterlibatan aktif seluruh elemen, terutama mahasiswa. Kami memiliki keterbatasan jangkauan, maka peran aktivis sebagai ‘mata dan telinga’ di lapangan sangat krusial demi mewujudkan demokrasi yang bersih dan berintegritas,” ujar Sadaruddin.
Ia berharap PMII memiliki satu frekuensi yang sama dengan Bawaslu dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dari gempuran politik uang yang merusak tatanan sosial.
Mahasiswa Bukan Sekadar Penonton
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC PMII Cirebon, Ruslan Baidhowi Kamal, menilai kerja sama ini sebagai panggung bagi generasi muda untuk bertransformasi dari sekadar pengamat menjadi aktor pengawas yang strategis.
Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kepedulian tinggi terhadap dinamika sosial-politik yang berkembang.
Baca Juga:KPU dan Bawaslu Cirebon Gelar Pemilihan OSIS Serentak SMP-SMA, Inovasi Pendidikan Politik 2026Sinergi Bawaslu dengan Kemenag Kota Cirebon Perkuat Pendidikan Demokrasi Pelajar dan Santri
“Generasi muda harus melek politik. Kami tidak ingin hanya menjadi objek suara, tapi subjek penggerak. Kerjasama ini memastikan sinergitas mahasiswa dan Bawaslu tetap terjaga demi kualitas demokrasi yang lebih baik,” tegas Ruslan.
Struktur Pengawasan Komprehensif
Pertemuan strategis ini turut dihadiri jajaran komisioner Bawaslu Kabupaten Cirebon, di antaranya Maryam Hito (Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas), Rudi Hartono (Kordiv Penanganan Pelanggaran), serta Amir Fawaz (Kordiv Hukum).
Kehadiran lengkap jajaran divisi ini menunjukkan keseriusan Bawaslu dalam membekali kader mahasiswa dengan pemahaman teknis pengawasan dan perlindungan hukum.
