KDM Ingatkan Bobotoh Soal Kemenangan Persib: Jadilah Kesatria, Jangan Jemawa!

Gubernur-Dedi-Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan keterangan pers terkait kemenangan Persib Bandung 2026. Foto: Screenshot/Tiktok

CIREBONINSIDER.COM – Atmosfer kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026 masih terasa hangat.

Namun, di tengah gemuruh perayaan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengeluarkan pesan yang menenangkan sekaligus tegas: Kemenangan sejati tidak butuh kesombongan.

Sosok yang akrab disapa KDM ini mengimbau seluruh masyarakat Jawa Barat, terutama para Bobotoh, untuk tidak larut dalam euforia yang melampaui batas. Baginya, martabat seorang pendukung tercermin dari caranya menghargai lawan yang sedang terjatuh.

Baca Juga:Misi Titik Darah Penghabisan Persib, Ketegaran Bojan Hodak dan Janji Marc Klok Taklukkan Jarak demi JuaraDramatis! Teja Paku Alam Gagalkan Kemenangan Persija, Persib Amankan Poin Penuh di El Clasico 

​“Imbauannya, tidak boleh euforia berlebihan terhadap kemenangan. Kita harus memperhatikan langkah yang akan dilalui ke depan, dan perlihatkan bahwa kita adalah bangsa kesatria,” ujar KDM dengan nada lugas, Senin (11/5/2026).

Menjaga Marwah ‘Bangsa Kesatria’

Pesan “Bangsa Kesatria” yang dilontarkan KDM menjadi ruh dalam arahannya kali ini. Ia menekankan bahwa dalam kompetisi, kemenangan dan kekalahan adalah dua sisi mata uang.

Bagi tim yang menang, kejemawaan adalah musuh nyata, sementara bagi yang kalah, tak perlu berkecil hati karena perjalanan masih panjang.

KDM bahkan memberikan sinyal hijau bagi manajemen Persib untuk merancang pesta juara jika berhasil mengunci takhta Super League musim ini.

“Silakan tentukan lokasi perayaannya, apakah di Bandung atau di luar Bandung. Yang terpenting, jaga marwah dan ketertiban,” tambahnya.

Instruksi Kapolda: Keselamatan Adalah Harga Mati

Senada dengan Gubernur, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan juga memberikan atensi serius. Pihak kepolisian menyadari bahwa antusiasme Bobotoh bisa tumpah ke jalanan, namun keselamatan publik tidak boleh dikorbankan.

“Jangan sampai perayaan ini merugikan diri sendiri apalagi orang lain. Ingat, saat kita merayakan kemenangan, ada saudara-saudara kita yang punya kepentingan lain di jalan raya. Kita harus menghormati mereka,” tegas Kapolda.

Baca Juga:Misi Melindungi Rekor 3 Tahun! Bojan Hodak Bakar Mental Juara PERSIB Jelang El Clasico di Samarinda​El Clasico Terusir ke Borneo, Persib Tatap Mahkota Juara di Tengah "Luka" Kandang Persija

​Kapolda memastikan bahwa sejauh ini kondisi keamanan di Jawa Barat tetap kondusif. Ia berharap kedewasaan suporter dalam menyikapi hasil pertandingan menjadi standar baru dalam sepak bola nasional, sehingga tidak ada lagi gesekan yang merugikan.

Imbauan dari KDM dan Kapolda Jabar ini bukan sekadar formalitas birokrasi. Ini adalah upaya mitigasi sosial untuk memastikan rivalitas Persib-Persija tetap berada dalam koridor olahraga, bukan konflik fisik. Dengan diksi yang menyentuh sisi “Kesatria”, tulisan ini diharapkan mampu meredam ego kelompok dan meningkatkan literasi sportivitas pembaca.(*)

0 Komentar