CIREBONINSIDER.COM– Kebijakan pembangunan di Kabupaten Cirebon kini tak lagi meraba di dalam gelap. Lewat peluncuran program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, desa kini dipersenjatai dengan data presisi untuk menentukan nasib dan masa depannya sendiri.
Pencanangan program strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, bersama Badan Pusat Statistik (BPS) di Ruang Paseban Setda, Selasa (12/5/2026).
Langkah ini dipandang sebagai revolusi tata kelola birokrasi, memutus rantai kebijakan yang selama ini sering tidak tepat sasaran akibat data yang usang.
Baca Juga:Lawan Data 'Asal Bapak Senang', 9 Desa di Cirebon Raih Predikat Desa Cantik Terbaik 2025Kelurahan Kesepuan dan Sunyaragi Cirebon Terpilih sebagai Percontohan Desa Cantik
Bupati Imron: Data Valid Adalah Senjata Utama
Bupati Imron menegaskan bahwa data bukan sekadar tumpukan angka di atas kertas. Baginya, akurasi data adalah fondasi vital agar aliran APBD maupun dana desa tidak terbuang sia-sia.
“Membangun itu harus berbasis realitas di lapangan. Jika datanya meleset, programnya pasti meleset. Melalui Desa Cantik, kita ingin desa bukan lagi sekadar penonton atau objek pembangunan, melainkan subjek yang mendesain kemajuannya sendiri,” tegas Imron dengan nada optimistis.
Ia memproyeksikan kolaborasi dengan BPS akan terus diperluas. Tujuannya jelas: agar setiap potensi ekonomi—mulai dari sektor pertanian, UMKM, hingga infrastruktur—terpotret secara jernih dan faktual.
Membidik ‘Makan Gizi Gratis’ Lewat Kemandirian Lokal
Ada sudut pandang tajam yang diungkapkan Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Januarto Wibowo. Ia menghubungkan urgensi data desa dengan program nasional yang tengah menjadi sorotan: Makan Gizi Gratis (MGG).
Selama ini, terdapat ironi di mana kebutuhan pangan lokal, seperti telur ayam di Cirebon, justru masih banyak dipasok dari luar daerah. Hal ini menyebabkan perputaran uang (PDRB) tidak menetap di Cirebon.
“Inilah peran krusial Desa Cantik. Kita memetakan potensi peternakan lokal melalui data PDRB desa. Harapannya, kebutuhan telur untuk program Makan Gizi Gratis nantinya bisa dipasok langsung oleh peternak lokal kita sendiri. Kita ingin uangnya berputar di desa kita,” jelas Januarto.
Inovasi ‘Dewi Cantik’ dan Standar Emas Karangwangun
Keberhasilan Desa Karangwangun yang menyabet juara pertama Desa Cantik tingkat Jawa Barat tahun lalu kini menjadi standar emas.
